Pemerintahan
Modus Baru Rokok Ilegal di Gunungkidul Terungkap, Pakai Pita Cukai Resmi tapi Tak Sesuai Peruntukan
Wonosari, (pidjar.com)- Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Gunungkidul ternyata tidak lagi hanya mengandalkan produk tanpa pita cukai. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul mengungkap modus baru, yakni penggunaan pita cukai asli namun tidak sesuai dengan peruntukannya agar produk terlihat legal saat dipasarkan.
Modus tersebut terungkap dalam serangkaian operasi pemberantasan rokok ilegal yang digelar Satpol PP Gunungkidul bersama Bea Cukai Yogyakarta sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari empat kali operasi, petugas menyita sebanyak 159.060 batang rokok ilegal dari berbagai merek.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Gunungkidul, Sumarno, mengatakan, penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan menjadi salah satu pelanggaran yang paling sering ditemukan saat razia.
“Jadi, kadang-kadang ada rokok yang menggunakan pita cukai, tetapi tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Sumarno, Minggu (29/6/2026).
Ia menjelaskan, rokok ilegal yang beredar di pasaran tidak hanya berupa produk tanpa pita cukai. Petugas juga menemukan rokok yang menggunakan pita cukai resmi, tetapi pita tersebut bukan diperuntukkan bagi produk yang dijual sehingga tetap melanggar ketentuan di bidang cukai.

Menurut Sumarno, operasi penindakan menyasar berbagai titik penjualan, mulai dari warung kelontong hingga toko grosir yang diduga memperdagangkan rokok ilegal. Sebelum operasi dilakukan, petugas terlebih dahulu memetakan lokasi penjualan sekaligus tempat penyimpanan barang.
Pemetaan itu dinilai penting untuk memutus rantai distribusi rokok ilegal di Gunungkidul.
“Tempat penyimpanannya juga kami petakan. Kalau lokasi penyimpanannya bisa kami amankan, mestinya peredaran di tingkat bawah juga akan berkurang karena distribusinya ikut berkurang,” ujarnya.
Operasi terbaru dilaksanakan pada Kamis (18/6) di wilayah Kapanewon Playen. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas berhasil mengamankan sekitar 7.000 batang rokok ilegal yang ditemukan di dua toko dan dari dua orang tenaga penjual (sales).
Sumarno menilai masih tingginya peredaran rokok ilegal dipengaruhi selisih harga yang cukup jauh dibandingkan rokok bercukai resmi. Harga yang lebih murah membuat produk ilegal lebih diminati sebagian konsumen sekaligus memberikan keuntungan lebih besar bagi pedagang.
Di sisi lain, kondisi tersebut dinilai merugikan pelaku usaha yang menjual rokok legal karena harus bersaing dengan produk yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan dan cukai.
“Tapi ini membuat persaingan usaha antarpenjual menjadi tidak sehat,” katanya.
Satpol PP Gunungkidul memastikan operasi pemberantasan rokok ilegal akan terus dilakukan bersama Bea Cukai Yogyakarta. Selain menyita barang bukti, petugas juga menindak para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami selalu menggandeng Bea Cukai, kemudian besaran sanksinya dihitung berdasarkan nilai cukainya,” pungkas Sumarno.
Berdasarkan ketentuan di bidang cukai, pelaku peredaran rokok ilegal dapat dikenai sanksi administratif berupa denda yang besarannya dapat mencapai sekitar tiga kali nilai cukai yang seharusnya dibayarkan, bergantung pada jenis pelanggaran yang ditemukan.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
