Connect with us

Uncategorized

Gunungkidul Jadi Satu-satunya Daerah di DIY yang Ajukan Tambahan Kuota Pertalite

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)-Gunungkidul menjadi satu-satunya kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengajukan tambahan kuota BBM subsidi Pertalite. Pengajuan itu dilakukan di tengah konsumsi Pertalite di DIY yang terus mengalami peningkatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan hingga saat ini baru Gunungkidul yang mengajukan tambahan kuota BBM. Surat pengajuan tersebut telah didisposisi untuk dianalisis lebih lanjut.

“Baru Gunungkidul yang mengajukan tambahan kuota BBM sampai saat ini,” kata Made, Kamis (17/9/2026).

Made mengatakan Pemda DIY belum memutuskan besaran tambahan kuota yang akan diberikan kepada Gunungkidul. Pemda DIY masih menunggu hasil analisis dari Biro Ekonomi dan PU-PESDM.

Menurutnya, pengajuan tambahan kuota tersebut nantinya akan dikaji berdasarkan kebutuhan konsumsi di wilayah masing-masing.

“Biasanya setelah ada pengajuan kuota dari kabupaten/kota karena tiap wilayah kan diberi kuota, nanti dilihat berapa yang akan diberikan. Namun, saat ini belum ada laporan resmi ke saya, tapi suratnya sudah saya disposisi,” ujarnya.

Made menegaskan pengajuan Gunungkidul bukan berarti wilayah tersebut sedang mengalami kelangkaan Pertalite. Pengajuan dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan normal masyarakat seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi.

Berita Lainnya  'Modal Nekat' Garapan Imam Darto, Sukses Kocok Perut Penonton Yogya

“Biasanya Pertamina memberikan alokasi stok daerah sekian, lalu kita tanggapi dan tindak lanjuti apakah perlu penambahan atau tidak, nanti ada analisisnya,” jelasnya.

Pengajuan tambahan kuota Gunungkidul terjadi ketika konsumsi Pertalite di DIY menunjukkan tren peningkatan.

Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga, konsumsi Pertalite di DIY naik 6 persen pada Juni 2026 secara month-to-month. Kenaikan kembali terjadi pada Juli 2026 hingga mencapai 7,6 persen.

Volume konsumsi Pertalite pada Juli 2026 tercatat 48.976 kiloliter. Angka tersebut meningkat dibandingkan konsumsi pada Mei 2026 yang mencapai 45.512 kiloliter.

Kenaikan konsumsi tersebut disebut berkaitan dengan migrasi pengguna BBM nonsubsidi, terutama setelah adanya penyesuaian harga Pertamax.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah perlu memantau perkembangan konsumsi dan ketersediaan BBM secara berkala.

Berita Lainnya  Pernikahan Anak di Bawah Umur Masih Tinggi di Gunungkidul

Made mengatakan Pemda DIY terus berkomunikasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan Pertalite tetap aman. Pemantauan dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang.

“Pertamina juga rutin memberikan laporan. Kami di Biro Ekonomi memantau dari sisi pemakaian dan ketersediaan stok,” katanya.

Pemda DIY masih membuka peluang penambahan kuota Pertalite, termasuk untuk Gunungkidul. Namun keputusan tersebut akan menunggu hasil kajian kebutuhan dari instansi terkait.

“Kalau melihat pengajuannya ada potensi, tapi kita lihat dulu hasil analisis dari Biro Ekonomi,” ujar Made.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan sebelumnya menyebut konsumsi Pertalite di DIY tumbuh sekitar 6-7 persen setiap bulan pada periode Mei hingga Juli 2026.

Berita Lainnya  Lantik Pengurus KTNA, Bupati Harapkan Sektor Pertanian dan Perikanan Gunungkidul Menjadi Unggulan

Menurut Taufiq, tren tersebut perlu menjadi perhatian karena jika terus berlangsung hingga akhir tahun, konsumsi Pertalite dikhawatirkan melampaui kuota yang tersedia.

“Pertalite di DIY itu per bulannya bisa naik 6% sampai dengan 7%. Oleh karena itu dikhawatirkan kuota ini juga akan over di akhir tahun,” kata Taufiq.

Meski konsumsi meningkat, Pertamina memastikan stok Pertalite di DIY masih aman. Terminal BBM Rewulu disebut turut membantu menjaga ketersediaan stok.

Taufiq menyebut stok yang tersedia masih mencukupi meski konsumsi mengalami pertumbuhan. Rata-rata konsumsi Pertalite di DIY saat ini berada di kisaran 45.000-48.000 kiloliter per bulan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler