Uncategorized
Dituding Paksa Keluarga Pasien Tanda Tangan Pernyataan Tak Akan Tuntut dan Memviralkan, Ini Klarifikasi RSUD Wonosari
Wonosari, (pidjar.com)– RSUD Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjelaskan surat yang harus ditandatangani pasien SL sebelum pulang dari rumah sakit. Pihak rumah sakit menyebut surat tersebut terdiri dari dua halaman, yakni persetujuan tindakan medis dan edukasi kepada pasien serta keluarga.
Direktur Utama RSUD Wonosari, Diah Prasetyorini, menegaskan surat itu bukan pernyataan yang melarang pasien atau keluarga melapor kepada media maupun aparat penegak hukum.
“Sebetulnya surat itu bukan surat pernyataan yang isinya tidak boleh lapor ke media sosial ataupun penegak hukum,” ujar Diah.
Diah menjelaskan, halaman pertama berisi persetujuan tindakan medis. Menurutnya, setiap tindakan medis di rumah sakit harus mendapatkan persetujuan dari pasien atau keluarga pasien.
Sementara halaman kedua berisi edukasi yang disampaikan pihak rumah sakit kepada pasien dan keluarganya.
“Sehingga surat untuk pasien lain pun ada, karena jika kami melakukan tindakan medis tanpa persetujuan baik pasien dan keluarga pasien itu merupakan kesalahan bagi kami,” katanya.
Diah menyebut prosedur tersebut tidak hanya diterapkan kepada SL, tetapi juga kepada pasien lain yang menjalani tindakan medis di RSUD Wonosari.
Sebelumnya, RAP, suami SL, mengaku diminta menandatangani surat pernyataan saat hendak membawa pulang istrinya setelah menjalani perawatan selama tiga hari. RAP menilai isi surat tersebut pada intinya melarang dirinya mengadukan atau melaporkan tindakan petugas RSUD Wonosari kepada media massa maupun aparat berwenang.
Persoalan surat itu mencuat setelah RAP mengeluhkan penanganan persalinan istrinya di RSUD Wonosari pada 14 Agustus 2026. RAP menduga terjadi tindakan medis yang tidak profesional selama proses persalinan hingga perawatan setelah melahirkan.
Menurut penuturan RAP, istrinya mengalami pecah ketuban pada dini hari sebelum dibawa ke IGD RSUD Wonosari. Setelah menjalani observasi, SL dipindahkan ke ruang bersalin dan diberikan obat pemacu persalinan agar dapat melahirkan secara normal.
RAP mengaku menyaksikan proses persalinan istrinya yang dibantu lima tenaga medis. Ia menilai kondisi istrinya saat itu sudah tidak mampu mengejan, tetapi proses persalinan normal tetap dilakukan.
Bayi laki-laki yang dilahirkan SL disebut hanya bertahan hidup sekitar dua jam. RAP juga mengaku melihat adanya penyok pada bagian ubun-ubun bayi dan menduga kondisi tersebut berkaitan dengan proses persalinan. Dugaan itu merupakan keterangan RAP yang belum disertai hasil pemeriksaan medis independen dalam informasi yang disampaikan.
Tak hanya kehilangan anak, RAP menyebut istrinya mengalami pendarahan hebat setelah persalinan. Kondisi tersebut membuat SL harus menjalani transfusi darah dan tindakan operasi ulang untuk memperbaiki jahitan.
RAP juga mengeluhkan pelayanan tenaga medis selama istrinya dirawat. Ia menuding petugas yang menangani penjahitan terkesan tidak profesional, bahkan bercanda saat melakukan tindakan. Ia turut menyoroti dokter spesialis kandungan yang menurutnya hanya memeriksa sebentar ketika SL masuk ruang bersalin.
Setelah diperbolehkan pulang, kondisi SL disebut belum pulih. RAP mengaku istrinya harus menjalani bed rest selama sekitar satu bulan karena kesulitan bangun maupun duduk sendiri.
RAP kemudian membawa istrinya menjalani pemeriksaan di Puskesmas Wonosari II. Berdasarkan penuturan RAP, hasil pemeriksaan menyebut luka jahitan mengalami infeksi hingga bernanah dan SL mendapat rujukan ke rumah sakit lain.
SL selanjutnya mendapatkan penanganan di RS Panti Rahayu. Pada Oktober 2026, ia kembali menjalani operasi untuk mengangkat sisa benang jahit di rahimnya.
RAP mengatakan kondisi istrinya mulai membaik setelah menjalani tindakan tersebut, meski belum pulih sepenuhnya. Ia berharap kejadian yang dialami keluarganya tidak terulang pada pasien lain.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
