Uncategorized
FJI Dukung Program MBG, Minta Pelaksanaan Terus Dievaluasi dan Tepat Sasaran
Wonosari,(pidjar.com) — Front Jihad Islam (FJI) Gunungkidul menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah yang saat ini berjalan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dinilai perlu terus dikawal agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat dan tepat sasaran.
Ketua FJI Gunungkidul, Ahmad Suyadi mengatakan, pada prinsipnya pihaknya mendukung seluruh program pemerintah yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Adanya pro dan kontra dalam pelaksanaan sebuah program dinilai sebagai sesuatu yang wajar selama menjadi bagian dari proses evaluasi dan perbaikan.
“Pada prinsipnya kami mendukung seluruh program pemerintah yang berjalan. Program yang digagas dan dijalankan itu baik, intinya untuk menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program dapat dicegah. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat oknum yang memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut perlu segera dibenahi agar tidak mencederai tujuan utama program.
“Memang ada pro dan kontra dalam pelaksanaannya, itu hal yang wajar. Namun, dalam realisasi program tidak menutup kemungkinan ada satu dua oknum yang bermain. Hal ini yang perlu dibereskan dan dibersihkan agar tidak mencederai pelaksanaan program,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan MBG di Kabupaten Gunungkidul, ia menilai secara umum program tersebut telah berjalan cukup baik. Selain memberikan makanan bergizi bagi penerima manfaat, MBG juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), misalnya, turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar lokasi. Bahkan, sejumlah ibu rumah tangga dapat memperoleh pekerjaan yang lokasinya lebih dekat dengan keluarga.
Selain menyerap tenaga kerja lokal, pelaksanaan MBG juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM serta petani untuk memasok berbagai kebutuhan. Dengan demikian, perputaran ekonomi tidak hanya terjadi pada penyedia program, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di tingkat lokal.
“Lapangan pekerjaan menjadi lebih dekat dengan keluarga. Contohnya ibu rumah tangga bisa bekerja di SPPG. Yang sebelumnya harus bekerja jauh dari keluarga, sekarang bisa lebih dekat karena pekerjaan tersedia di lingkungan sekitar,” katanya.
Menurutnya, penyerapan bahan kebutuhan pangan dari petani secara langsung juga menjadi salah satu dampak positif yang perlu terus diperkuat. Program MBG dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, termasuk memberikan manfaat bagi penerima di lingkungan pondok pesantren.
Namun demikian, ia tidak menutup mata terhadap sejumlah insiden yang terjadi dalam pelaksanaan MBG. Berbagai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar kualitas pelayanan maupun proses pengolahan makanan dapat terus ditingkatkan.
Evaluasi dinilai penting mengingat penerima manfaat MBG berasal dari berbagai kelompok, khususnya anak-anak, ibu hamil, hingga kelompok rentan lainnya. Faktor keamanan pangan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama.

Ia juga mendorong agar penyusunan menu MBG dilakukan berdasarkan survei mengenai kebutuhan dan selera penerima manfaat. Variasi menu dinilai penting untuk mencegah munculnya kejenuhan terhadap makanan yang disediakan.
“Ya mungkin harus berbasis survei, apa yang dibutuhkan anak-anak dan apa yang disukai. Variasi menu tentu penting, karena ada momen tertentu mereka merasa jenuh,” jelasnya.
FJI berharap program MBG ke depan dapat menjangkau seluruh wilayah dan siswa di Kabupaten Gunungkidul secara merata. Sebab, menurutnya, masih terdapat masyarakat maupun siswa yang belum tersasar program tersebut.
Selain pemerataan, ia menekankan pentingnya penggunaan data dan hasil survei sebagai dasar penentuan sasaran. Dengan demikian, program dapat benar-benar diberikan kepada kelompok yang membutuhkan dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Prinsip dalam pelaksanaan dan sasarannya harus berbasis survei sehingga benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Dorong KDMP Beri Manfaat bagi Masyarakat
Sementara itu, terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pihaknya mengaku terus mengikuti perkembangan program tersebut. Saat ini telah terdapat sejumlah KDMP yang berdiri di wilayah Gunungkidul.
FJI berharap ketika program tersebut mulai berjalan secara optimal, keberadaan KDMP mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan ekonomi, bukan justru menambah beban.
Menurutnya, kerja sama berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi yang ada di desa menjadi hal penting. KDMP diharapkan mampu menjadi instrumen untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kerja sama untuk mengoptimalkan potensi desa sangat penting dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Secara prinsip kami selalu mendukung, berprasangka baik, dan berdoa agar program pemerintah benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran kepada masyarakat,” pungkasnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized1 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
