Pemerintahan
Lelang Jabatan 3 OPD, Ini Nama-nama Yang Lolos 3 Besar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Bulan Juli lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali melakukan pengisian jabatan eselon II dengan sistem lelang terbuka. Dari 5 kursi kepala dinas yang kosong, 3 diantaranya dilelangkan oleh pemerintah. Saat ini, proses lelang terbuka untuk jabatan eselon 2 ini telah memasuki tahap akhir. Nama-nama pejabat yang masuk dalam 3 besar pada masing-masing formasi pun telah diumumkan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar mengungkapkan, terdapat 3 formasi kepala dinas yang dilelangkan, diantaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup terdapat 6 pendaftar, Kepala Dinas Perpustaakaan dan Kearsipan terdapat 9 pendaftar, dan Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja terdapat 7 pendaftar.
Tahapan demi tahapan dilakukan oleh para pejabat yang mendaftar dalam lelang jabatan ini. Adapun akhirnya, masing-masing formasi muncul nama-nama yang masuk 3 besar. Untuk formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang masuk 3 besar diantaranya Antonius Hary Sukmono, M. Johan Wijayanto, dan Putro Sapto Wahono.
Kemudian formasi Kepala Dinas Perpustaakaan dan Kearsipan yang masuk 3 besar adalah Arif Kuncahya, Jatmiko Sutopo, dan Kisworo. Sedangkan untuk formasi Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja, diantara yang lolos adalah Jarot Hadiatmojo, Purwono Sulistyohadi, dan Supartono.
“Sudah kami umumkan untuk 3 besar ini, diurutkan sesuai huruf abjad. Kami sudah upload di web resmi BKPPD Gunungkidul,” papar Iskandar.

Adapun usai mendapat 3 nama dari masing-masing formasi ini, akan dilakukan uji kesehatan terlebih dahulu. Kemudian dari situ baru akan diusulkan ke Bupati untuk mencermati dan menentukan siapa-siapa yang nantinya akan dilantik menduduki kursi kepala dinas.
“Usai uji kesehatan ini akan segera disampaikan ke Bupati untuk mendapatkan rekomendasi,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, proses lelang jabatan dimulai tanggal 11 sampai 18 Juli 2022 lalu pengumuman pembukaan dan pendaftaran lelang jabatan, tanggal 11 sampai 21 Juli 2022 dilakukan seleksi administrasi. Baru kemudian tanggal 22 Juli 2022 pengumuman hasil seleksi, 25-27 Juli Seleksi dengan Assesment Center, tanggal 28 Juli penyusunan atau penulisan makalah, 2 sampai 3 Agustus wawancara atau uji gagasan.
“15 Juli sampai 5 Agustus masuk pada tahapan penelusuran rekam jejak, tanggal 5 Agustus pengumuman dan 8 sampai 10 Agustus dilakukan uji kesehatan,” paparnya.
Adapun dengan adanya proses pengisian ini, nantinya masih ada dua formasi kepala dinas yang kosong. Diantaranya adalah Inspektur Inspektorat dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Satu Pintu. Kedua OPD ini hingga kini masih dirangkap oleh pejabat dari OPD lain.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
