Connect with us

Budaya

Lestarikan Tradisi Nyadran, Ratusan Warga Kembul Ingkung di Sendang Tanjungsari

Diterbitkan

pada

Nglipar, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Ditengah modernisasi zaman, warga Padukuhan Nglebak, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar masih mempertahankan tradisi peninggalan leluhur. Ratusan warga tampak tumpah ruah memadati area Sendang Tanjungsari untuk melaksanakan prosesi nyadran. Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun lalu sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen masyarakat setempat.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sumardi Purwowarsito, mengatakan upacara nyadran yang masih dilestarikan masyarakat dimaksudkan untuk mensyukuri dan melestarikan keberadaan sumber mata air atau Sendang Tanjungsari yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Selama berabad-abad disebutnya warga sudah memanfaatkan sumber air ini untuk berbagai kebutuhan. Sehingga setiap tahunnya warga secara rutin membersihkan area sendang yang dilanjutkan dengan prosesi kenduri nyadran.

Berita Lainnya  Mengintip Proses Pembuatan Blangkon Mbah Joni yang Halus dan Nyaman Dipakai

“Prosesi upacara adat ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas panen hasil bumi selama satu musim ini,” jelasnya.

Dijelaskannya, prosesi upacara adat nyadran diawali dengan datangnya warga yang membawa nasi giling, ingkung ayam, dan ubo rampe lainnya. Selanjutnya warga akan membagi dan membungkus nasi menggunakan daun jati untuk nantinya dibagi rata ke warga yang hadir.

“Setelah pembacaan do’a selesai, paket nasi dan lauknya dibagikan ke warga yang datang,” imbuhnya.

Salah satu warga setempat, Sumardi, mengatakan tradisi ini merupakan peninggalan leluhur yang harus dilestarikan. Sejak ia kecil, tradisi nyadran di Sendang Tanjungsari disebutnya sudah ada sehingga kemungkinan tradisi ini sudah berjalan ratusan tahun lalu. Ia dan warga lainnya percaya nasi yang dibagikan saat nyadran dapat membawa kebaikan bagi kehidupan warga setempat.

Berita Lainnya  Habiskan Anggaran 1 Miliar, Revitalisasi Bangsal Sewokoprojo Dianggap Mengecewakan

“Ya harapannya bisa dijauhkan dari segala bala dan juga hasil panen disini meningkat,” tutup Sumardi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler