Uncategorized
PEACE Program, Inovasi Tingkatkan Pemahaman Orang Tua tentang Emosi Anak di PAUD Alam Avicenna
Bantul,(pidjar.com)– Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Dosen dari Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berkolaborasi melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk PEACE Program (Parent Emotion Awareness and Child Empowerment) di PAUD Alam Avicenna Yogyakarta.
Program yang mendapat dukungan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 tersebut difokuskan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan guru mengenai pentingnya pengelolaan emosi anak sejak usia dini.
Tim pengabdian terdiri dari dosen Unjaya, yakni Dr. Sujono Riyadi, S.Kep., Ns., M.Kes. dari Program Studi Keperawatan dan Muhammad Erwan Syah, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Program Studi Psikologi. Kegiatan ini juga melibatkan dosen Fakultas Psikologi UAD, Dr. Nurul Hidayah, S.Psi., M.Si., Psikolog, dengan PAUD Alam Avicenna Yogyakarta sebagai mitra pelaksana.
Dr. Sujono Riyadi menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru maupun orang tua dalam memahami, merespons, serta mendampingi emosi anak secara positif dan empatik.
“Tujuan utama program ini adalah mendukung tumbuh kembang sosial dan emosional anak usia dini secara optimal melalui penguatan peran keluarga dan sekolah,” ucap Sujono Riyadi.

Rangkaian kegiatan PEACE Program diawali dengan sesi kick off dan sosialisasi kepada orang tua untuk memperkenalkan tujuan serta manfaat program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan pengasuhan emosional yang dihadapi keluarga. Selanjutnya, tim pengabdian memberikan pelatihan pengelolaan emosi kepada para guru sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam mendampingi anak usia dini.

Selain itu, kegiatan parenting bertema “Little Adventure, Big Courage” juga digelar dengan melibatkan anak dan orang tua dalam berbagai aktivitas bersama di alam terbuka. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar emosi pada orang tua dan anak, pentingnya regulasi emosi dalam pola asuh, hingga hubungan antara attachment dengan perkembangan otak anak usia dini.
Menurut Sujono, program ini tidak hanya memberikan edukasi jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk menciptakan keberlanjutan melalui penguatan kapasitas guru dan orang tua. Setidaknya terdapat lima manfaat utama yang diperoleh mitra PAUD Alam Avicenna dari program tersebut.
“Ada penguatan pengetahuan dan kapasitas yang berikan dari program ini,”imbuh dia.
Manfaat tersebut meliputi penyediaan dasar ilmiah dalam penguatan kesadaran emosi orang tua, peningkatan kemampuan guru dan komunitas untuk melakukan edukasi secara mandiri, penguasaan keterampilan komunikasi empatik dan intervensi emosional bagi fasilitator, pengembangan metode pengasuhan inovatif seperti mindful parenting dan journaling keluarga, serta tersedianya indikator keberhasilan program yang dapat diukur secara objektif.
Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme guru, orang tua, mahasiswa, dan tim pengabdian menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian program.
Tim pelaksana berharap PEACE Program dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang, terutama dalam memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang hangat, suportif, dan penuh empati.
Melalui peningkatan pengetahuan orang tua mengenai emosi anak, diharapkan anak-anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, memiliki kemampuan mengelola emosi dengan baik, serta mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan di masa depan.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan inovasi serupa guna mendukung kesehatan emosional dan tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
