Uncategorized
Pendaftar Pilur di Sejumlah Kalurahan Lebih dari 5 Orang, Panitia Akan Selenggarakan Seleksi Tambahan
Wonosari,(pidjar.com)– Masa pendaftaran bakal calon lurah pada Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 2026 telah resmi ditutup pada Kamis, 23 Juli 2026 kemarin. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Kabupaten Gunungkidul mencatat total ada 99 orang yang mendaftarkan diri pada kontestasi Pilur 2026 yang tersebar di 31 kalurahan. Terdapat beberapa kalurahan yang jumlah pendaftarnya membludak, yakni lebih dari 5 orang. Sehingga nantinya panitia penyelenggara Pilur akan melakukan seleksi tambahan dengan ujian.
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, Kriswantoro mengatakan be erdasarkan data DP3AKBPMD Gunungkidul, jumlah bakal calon lurah di masing-masing kalurahan bervariasi. Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 9 orang.
Selain Sampang, jumlah pendaftar cukup tinggi tercatat di Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari dengan tujuh orang dan Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari dengan enam orang. Sementara Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen memiliki lima pendaftar.
Adapun daftarnya yakni Siraman dan Katongan masing-masing tiga orang; Baleharjo, Logandeng, Dengok, Ngor-Oro, Terbah, Mulusan, Candirejo, Kelor, Sidorejo, Jetis, Ngloro, Tanjungsari, Girijati masing-masing dua orang; Bandung, Ngawu, Bulerejo, Jurangjero, Watusigar masing-masing tiga orang; Nguntut dan Kanigoro masing-masing empat orang; Kampung lima orang; Mertelu enam orang; Monggol tujuh orang; serta Sampang sembilan orang.
Kriswantoro menjelaskan, pada akhir bulan Juli ini akan dilakukan pengecekan kelengkapan berkas dan keabsahannya. Kemudian bagi kalurahan yang bakal calon lurah yang mendaftar lebih dari lima orang akan mengikuti seleksi tambahan berupa ujian tertulis. Seleksi tersebut menjadi bagian dari proses untuk menyaring bakal calon sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk kalurahan yang pendaftarnya lebih dari 5 orang maka akan dilakukan tahapan seleksi tambahan,” ucap Kriswantoro.
Pelaksanaan ujian tertulis nantinya dapat dilakukan oleh panitia pemilihan di tingkat kalurahan. Namun demikian, panitia juga dapat meminta bantuan kepada Panitia Pemilihan Kabupaten dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, pada Pilur serentak 2026 ini peminatnya dari berbagai kalangan. Bahkan mulai dari mantan pamong, kalangan pemuda, pengusaha dan jenis pekerjaan lainny, bahkan hingga ASN turut berkontestasi pada pesta demokrasi tingkat kalurahan ini.
“Ada 2 kalurahan yang pendaftarnya adalah suami istri yakni di Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu dan Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen,” ungkapnya.
Sementara itu, Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto mengatakan, dari tiga kalurahan di wilayahnya yang menggelar Pilur, jumlah pendaftar terbanyak terdapat di Sampang. Dari 12 orang yang mengambil formulir pendaftaran, sebanyak sembilan orang akhirnya mendaftarkan diri. Selain Sampang, Kalurahan Mertelu memiliki enam pendaftar dan Watugajah empat orang.
Menurut Eko, tingginya jumlah pendaftar di Sampang dan Mertelu didominasi oleh warga yang relatif masih muda dan memiliki tekad untuk membangun wilayahnya.
“Rata-rata masih muda dan memiliki tekad untuk membangun daerahnya,” ujarnya.
Meski demikian, banyaknya pendaftar juga berpotensi meningkatkan dinamika dan kerawanan dalam proses Pilur. Karena itu, pengawasan dan edukasi kepada masyarakat akan dilakukan secara intensif.
Eko menjelaskan, di Sampang dan Mertelu terdapat mantan pamong kalurahan yang turut mencalonkan diri sebagai bakal calon lurah. Bagi kalurahan dengan jumlah pendaftar lebih dari lima orang, seleksi tambahan akan dilakukan melalui ujian tertulis serta pencermatan sejumlah aspek.
“Di antaranya pengalaman kerja di bidang pemerintahan, pendidikan, usia dan lain sebagainya,” jelasnya.
Terpisah, Carik Kalurahan Sampang, Supardi, mengatakan tingginya jumlah pendaftar di wilayahnya bukan merupakan hal baru. Pada pemilihan lurah sebelumnya, antusiasme masyarakat juga cukup tinggi. Bahkan, sekitar 12 orang sempat mengambil formulir pendaftaran.
Sembilan orang yang telah mendaftarkan diri tahun ini berasal dari berbagai latar belakang. Selain warga setempat, terdapat pula pendaftar dari luar wilayah Kalurahan Sampang. Mereka memiliki pengalaman pekerjaan yang beragam, termasuk mantan pamong kalurahan dan anggota Bamuskal yang ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon lurah.
“Yang mendaftarkan diri berasal dari berbagai kalangan dan memiliki pengalaman pekerjaan berbeda-beda,” kata Supardi.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
