Pemerintahan
Ratusan Kasus DBD di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat adanya ratusan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari hingga akhir Juni 2026 ini. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyakit yang mematikan ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Wanda Abrar, mengatakan, hingga akhir Juni 2026 terdapat 163 kasus DBD yang diderita oleh warga Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, tidak ada kasus kematian akibat DBD.
“Setiap bulannya tetap ada kasus DBD yang ditemukan dan ditangani oleh teman-teman medis. Namun demikian jumlahnya tidak ada peningkatan,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Wanda, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD di Gunungkidul pada tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di sisi lain, saat ini juga masih pada musim kemarau mengingat biasanya kasus DBD tinggi saat musim penghujan.
“Untuk penderita penyakit ini, banyak anak-anak kemudian juga usia dewasa. Secara menyeluruh telah tertangani. Alhamdulillah tidak ada kasus kematian,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa kewaspadaan masyarakat akan penyakit ini. Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul terus menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Selain mengajak masyarakat rutin melakukan 3M Plus, warga juga dianjurkan memasang ovitrap secara mandiri di lingkungan rumah. Adapun Ovitrap dapat dibuat menggunakan wadah berwarna gelap yang diisi air dan dilengkapi media penarik telur nyamuk, seperti kasa atau kertas saring.
“Cara ini dinilai efektif membantu menekan populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan permukiman,” jelasnya.
Pemerintah juga mengedepankan pelayanan terhadap pasien DBD. Selain itu, pengasapan (fogging) juga dilakukan di lingkungan rumah pasien sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan sesuai hasil penyelidikan epidemiologi.
“Dekteksi dini, antisipasi mandiri lah yang sangat penting dilakukan,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
