Pemerintahan
Anak Tidak Sekolah di Gunungkidul Capai Ribuan, Pernikahan Dini Hingga Ekonomi Jadi Faktor Utama
Wonosari,(pidjar.com) —Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Gunungkidul masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang ada, angka ATS saat ini sebanyak 3.476 anak. Pemkab Gunungkidul sendiri terus melakukan berbagai upaya dalam rangka menekan angka ATS dengan berbagai macam cara.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan mereka yang disebut dengan Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah anak usia 6–18 tahun yang tidak pernah bersekolah, putus sekolah sebelum menyelesaikan jenjang pendidikan, atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, jumlah ATS saat ini tercatat sebanyak 3.476 anak. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 5.000 anak. Meskipun demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi sehingga memerlukan penanganan secara berkelanjutan.
“Faktornya banyak, karena memang anak itu keluar dari sekolah dan tidak melanjutkan, pernikahan, dampak pergaulan dan lingkungan hingga permasalahan ekonomi,” kata Nunuk Setyowati.
Menurut Nunuk, pemerinrah kabupaten bersama dengan kementerian melakukan penyusunan langkah intervensi agar anak-anak yang tidak bersekolah dapat kembali mengakses pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.
Langkah konkret yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait bahkan hingga ke tingkat kapanewon dan kalurahan. Diantaranya kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berperan dalam sinkronisasi data kependudukan, termasuk penyelesaian permasalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda.
“Tidak menutup kemungkinan ada data ganda sehingga tercatat sebagai anak putus sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Sosial memberikan dukungan melalui berbagai program bantuan sosial bagi keluarga kurang mampu agar kendala ekonomi tidak menjadi penyebab anak putus sekolah.
“Kolaborasi dengan Dinsos ini untuk memastikan betul bagaimana data anak dan keluarganya. Jangan sampai anak tersebut putus sekolah karena ekonomi dan tidak mendapatkan bantuan, namun justru mereka yang kategori mampu malah mendapatkan bantuan,” tandasnya.
Selain itu, Balai Pendidikan Menengah (Balai Dikmen), pemerintah kapanewon, serta operator desa turut dilibatkan dalam proses validasi data di tingkat wilayah.
“Gunungkidul berkomitmen penuh dalam pemenuhan pendidikan dari SD sampai SMA ataupun sederajat. Saat ini dukungan pembiayaan pendidikan juga tersedia melalui berbagai program yang bersumber dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun lembaga lainnya,” tambah dia.
Dengan intervensi yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kapanewon, hingga pemerintah kalurahan dapat memperkuat sinergi dalam mengidentifikasi serta mengintervensi anak-anak yang belum bersekolah agar kembali memperoleh hak atas pendidikan.
“Kalurahan hingga masyarakat memiliki pernan untuk mendorong ATS dapat bersekolah kembali. Sehingga permasalahan sosial pendidikan ini dapat ditekan,” tutupnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
