Connect with us

Pendidikan

Serba-serbi SPMB SD di Gunungkidul, 10 SD di Gunungkidul Tak Dapat Murid, Keterisian Bangku SD Kurang Dari 50%

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 masih menyisakan ribuan kursi kosong pada jenjang sekolah dasar (SD). Dari total 13.804 kursi yang disediakan untuk jenjang sekolah dasar (SD), hanya 6.731 kursi yang berhasil terisi. Artinya, lebih dari 7.000 bangku sekolah kosong setelah proses penerimaan siswa baru selesai.

Data tersebut menunjukkan daya tampung sekolah dasar di Gunungkidul jauh lebih besar dibanding jumlah anak yang mendaftar. Kondisi itu menjadi indikator semakin menurunnya jumlah peserta didik usia sekolah dasar di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, mengatakan banyak sekolah bahkan kesulitan memenuhi jumlah ideal satu rombongan belajar (rombel) yang seharusnya berisi 28 siswa.

“Bahkan ada belasan SD yang tidak mendapat murid dalam SPMB tahun 2026 ini,” kata Asbani, Rabu (1/7/2026).

Berita Lainnya  Dua Penularan Covid19 di Sekolah Panggang, Dewan Pertanyakan Kinerja Dinas

Tak hanya menyisakan ribuan kursi kosong, pelaksanaan SPMB tahun ini juga mencatat terdapat 13 sekolah dasar yang sama sekali tidak memperoleh murid baru. Dari jumlah tersebut, sembilan merupakan SD negeri, sedangkan empat lainnya adalah SD swasta.

Fenomena ini dinilai bukan sekadar persoalan penerimaan peserta didik baru, melainkan cerminan perubahan demografi yang mulai dirasakan dunia pendidikan di Gunungkidul. Jumlah lulusan taman kanak-kanak terus menurun, sementara jumlah satuan pendidikan yang tersedia relatif tetap sehingga terjadi ketimpangan antara daya tampung dengan jumlah calon siswa.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penyelenggaraan pendidikan. Sekolah-sekolah dengan jumlah murid minim berpotensi mengalami kesulitan membentuk rombongan belajar secara ideal. Selain itu, efektivitas penggunaan tenaga pendidik, anggaran operasional sekolah, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana juga ikut terdampak.

Berita Lainnya  Sistem Online Dianggap Tak Efektif, Dinas Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Akan Terus Dilaksanakan

Menghadapi situasi tersebut, Dinas Pendidikan Gunungkidul mulai mengkaji kemungkinan melakukan regrouping atau penggabungan sekolah. Langkah itu dipersiapkan sebagai upaya meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sekaligus efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

“Ini masih kita kaji. Tujuan penggabungan sekolah agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien,” ujar Asbani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan sembilan SD negeri yang tidak memperoleh murid baru berpotensi masuk dalam kajian regrouping. Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut kesulitan memenuhi syarat minimal pembentukan satu rombongan belajar.

“Tidak bisa memenuhi kuota satu rombongan belajar. Makanya, dikaji untuk bisa digabung dengan sekolah lain,” kata Nunuk.

Ia menjelaskan, kajian tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penataan dan Penggabungan Satuan Pendidikan. Dalam aturan itu, sekolah yang memiliki jumlah peserta didik kurang dari 30 orang dapat dipertimbangkan untuk digabung dengan sekolah lain.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi Kuota Khusus, Calon Siswa Baru Pemegang Surat Miskin Kini Harus Bersekolah Sesuai Zonasi

Meski demikian, pemerintah memastikan aspek jarak antarsekolah dan akses pendidikan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan diambil.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan keputusan mengenai regrouping belum ditetapkan. Kajian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta didik, kondisi sekolah, persebaran penduduk, hingga dampak sosial bagi masyarakat.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Berita Terpopuler