Pendidikan
Jelang Penutupan SPMB Jalur Domisili, 18 SMP di Gunungkidul Masih 0 Pendaftar
Wonosari, (pidjar.com)- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Gunungkidul memasuki hari terakhir pendaftaran jalur domisili. Namun, menjelang penutupan pendaftaran, kesenjangan jumlah peminat antar sekolah masih terlihat cukup mencolok.
Berdasarkan pantauan pada laman SPMB Online SMP Kabupaten Gunungkidul, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 8.087 calon peserta didik telah mendaftarkan diri ke SMP negeri di Gunungkidul. Jalur domisili menjadi jalur paling ramai karena menyerap 50 persen dari total daya tampung setiap sekolah.
Meski jumlah pendaftar terus bertambah, sebanyak 18 SMP hingga Rabu siang hari masih belum memperoleh satu pun pendaftar atau tingkat keterisiannya masih 0 persen.
Sekolah-sekolah yang belum memiliki peminat tersebut tersebar di sejumlah kapanewon, di antaranya Tepus, Playen, Ponjong, Semin, Karangmojo, Panggang, dan Gedangsari.
Di sisi lain, sejumlah SMP negeri yang berada di kawasan perkotaan Wonosari justru telah dipenuhi pendaftar pada hampir seluruh jalur penerimaan.
Di SMP Negeri 1 Wonosari, kuota jalur afirmasi sebanyak 45 kursi telah terisi seluruhnya. Jalur domisili dengan kuota 120 kursi juga sudah penuh, begitu pula jalur prestasi yang menyediakan 56 kursi. Hanya jalur mutasi yang masih menyisakan kuota dinamis dengan tiga peserta telah dinyatakan diterima.
Kondisi serupa terjadi di SMP Negeri 2 Wonosari. Seluruh kuota jalur afirmasi sebanyak 45 kursi, domisili 122 kursi, dan prestasi 56 kursi telah terpenuhi. Sementara jalur mutasi yang menyediakan satu kursi juga telah terisi.
Begitu pula di SMP Negeri 3 Wonosari. Kuota afirmasi sebanyak 39 kursi, domisili 103 kursi, prestasi 48 kursi, hingga mutasi dua kursi seluruhnya telah terisi.
Masih lebarnya disparitas jumlah peminat antar sekolah pun memunculkan kembali pertanyaan mengenai masih kuatnya persepsi “sekolah favorit” di kalangan orang tua siswa.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan pihaknya belum ingin menyimpulkan kondisi tersebut karena proses pendaftaran jalur domisili masih berlangsung hingga pukul 15.45 WIB.
“Hari ini terakhir, sementara kami belum bisa berbicara lebih sembari menunggu hasilnya,” kata Nunuk, Rabu (1/7/2026).
Nunuk menjelaskan, jalur domisili menjadi fokus utama pemantauan karena memiliki porsi terbesar dalam pelaksanaan SPMB, yakni mencapai 50 persen dari total daya tampung sekolah.
Ia juga memastikan proses seleksi tetap mengedepankan validitas data domisili calon peserta didik agar pelaksanaan SPMB berlangsung transparan dan adil.
“Alamat yang tercantum di Kartu Keluarga harus identik dengan yang ada di rapor. Ini langkah penting untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam seleksi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Arisandi Purba, memastikan pelaksanaan SPMB hingga hari terakhir berlangsung aman dan lancar.
Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan titik koordinat pada jalur domisili. Menurutnya, seluruh data lokasi tempat tinggal calon peserta didik telah diverifikasi jauh sebelum proses pendaftaran dibuka.
“Titik koordinat diverifikasi oleh sekolah asal. Saat mendaftar, calon peserta didik juga wajib melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) mengenai kebenaran data. Sinkronisasi data sendiri sudah dilakukan pada 9 hingga 19 Juni 2026,” jelas Arisandi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
