Uncategorized
Suhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
Wonosari, (pidjar.com)- Fenomena bediding terus menyelimuti Kabupaten Gunungkidul. Suhu udara di wilayah ini bahkan tercatat sempat turun hingga 19,3 derajat Celsius. Hal ini membuat udara malam hingga pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Di balik hawa dingin tersebut, masyarakat diimbau tidak lengah karena risiko gangguan kesehatan juga meningkat.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Wanda Abrar, mengatakan fenomena bediding merupakan kondisi yang lazim terjadi setiap puncak musim kemarau. Meski demikian, dampaknya terhadap kesehatan tetap perlu diwaspadai.
“Sebenarnya ini fenomena normal karena hampir terjadi setiap tahun,” kata Wanda, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, suhu udara yang lebih dingin dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang penyakit. Keluhan yang paling sering muncul selama bediding adalah batuk dan pilek.
Selain itu, cuaca dingin juga dapat memicu kambuhnya sejumlah penyakit pada orang yang memiliki riwayat tertentu, seperti asma, alergi kulit, hingga rematik.

“Kondisi tubuh harus benar-benar dijaga karena hawa dingin ini bisa menurunkan daya tahan,” ujarnya.
Agar tetap sehat selama bediding, Dinkes Gunungkidul membagikan sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat. Pertama, gunakan pakaian hangat seperti jaket atau pakaian berlapis, terutama saat beraktivitas pada malam hingga pagi hari.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin mencuci tangan. Aktivitas fisik ringan secara teratur tetap dianjurkan agar tubuh lebih mudah beradaptasi dengan suhu dingin.
Selain itu, waktu istirahat yang cukup juga penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal.
“Tentunya juga harus diimbangi dengan asupan makanan dan minuman bergizi yang masih hangat untuk menjaga suhu tubuh,” tambah Wanda.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Pasalnya, udara dingin dapat memicu respons alami tubuh berupa meningkatnya frekuensi buang air kecil. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup, kondisi tersebut berisiko menyebabkan dehidrasi.
“Tidak boleh sampai dehidrasi karena bisa menurunkan fokus, kepala pusing, mudah lelah hingga risiko infeksi saluran kencing juga lebih besar. Makanya, saat sering buang air kecil, harus diimbangi dengan minum cukup air,” jelasnya.
Sementara itu, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Muhammad Nur Hadi, menjelaskan fenomena bediding identik dengan turunnya suhu udara di bawah kondisi normal yang lazim terjadi saat DIY memasuki puncak musim kemarau.
“Untuk Gunungkidul suhu terendah mencapai 19,3 derajat Celsius,” kata Nur.
Selain membuat udara terasa lebih dingin, kelembapan udara yang rendah saat musim kemarau juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering hingga bibir pecah-pecah. Karena itu, masyarakat disarankan mengenakan pakaian yang lebih tebal saat malam hari dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama fenomena bediding berlangsung.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
