Pemerintahan
Viralnya Video Asusila Berbuntut Panjang, Pelajar Diusulkan Dilarang Bawa HP ke Sekolah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Viralnya video asusila yang melibatkan belasan siswa dan siswi sebuah SMP negeri di Kecamatan Playen berbuntut panjang. Sejumlah pejabat Muspida Gunungkidul bahkan sampai menggelar pertemuan khusus guna membahas video yang telah mencoreng dunia pendidikan di Gunungkidul tersebut.
Diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno. Pasca merebaknya video asusila tersebut, pihaknya menggelar pertemuan dengan Bupati, Wakil Bupati, Kapolres hingga Sekda maupun pejabat teras di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Dalam pertemuan itu, ia mengusulkan 2 hal yaitu, dikembalikannya pendidikan muatan lokal ke kurikulum sekolah serta pelarangan membawa handphone bagi siswa saat jam pelajaran.
“Kita sudah bicarakan ini dan saya kira sangat penting untuk mengantisipasi hal semacam ini terulang kembali sekaligus juga membangun generasi bangsa yang berkualitas,” kata Suharno ketika ditemui di kompleks Bangsal Sewoko Projo Pemkab Gunungkidul, Selasa (20/02/2018) siang tadi.
Pengembalian muatan lokal ke kurikulum sekolah di Gunungkidul disebut Suharno akan sangat berguna dalam memberikan pendidikan karakter, sopan santun serta budi pekerti kepada para pelajar. Hal inilah yang terkadang dilupakan karena sekolah saat ini terlalu berkutat dengan pendidikan akademik siswa. Jika tidak dikedepankan, para pelajar tidak akan lagi mengenal secara utuh sikap-sikap kedaerahan sebagai pendidikan jiwa dan mental yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Dalam waktu dekat ini akan segera mengundang para Kepala Sekolah di seluruh Gunungkidul untuk diberikan wawasan kebangsaan,” katanya.

Hal lain yang juga menjadi perhatiannya adalah masalah diperbolehkannya para siswa membawa handphone saat jam pelajaran berlangsung. Menurut dia, kebijakan ini cukup riskan karena lebih banyak hal negatif yang mungkin terjadi. Seperti dalam insiden perekaman video asusila yang terjadi ini disebut Ketua DPRD merupakan salah satu diantara berbagai dampak negatif yang terjadi ketika para siswa diperbolehkan membawa handphone ke lingkungan sekolah ketika jam pelajaran. Selain itu juga banyak siswa yang lebih memilih untuk menggunakan handphone yang mereka bawa untuk berselancar di dunia maya atau media sosial daripada mencari bahan pelajaran.
“Saya meminta kepada kepala dinas agar mempertimbangkan untuk melarang pelajar membawa handphone. Lebih baik handphone selama jam pelajaran dititipkan ke loker dan kemudian baru diambil ketika jam pulang sekolah,” papar dia.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady ketika dikonfirmasi hal yang sama memaparkan bahwa kasus ini tengah dalam penyelidikan jajarannya. Pihaknya ingin mengetahui apa maksud dan tujuan para siswa dan siswi tersebut merekam dan membuat video tersebut. Meski begitu, Kapolres juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan menempuh jalur hukum pidana terkait kasus ini. Penyelesaian insiden yang memalukan ini cukup dilakukan pembinaan oleh instansi sekolah serta dinas.
Ahmad juga meminta hal ini kemudian dijadikan sebagai pelajaran berharga. Ke depan, pihaknya meminta agar pihak sekolah selaku pendidik siswa bisa lebih ketat dalam memberikan pengawasan. Termasuk dalam hal ini adalah pengawasan hingga ke akun-akun media sosial milik para siswa.
“Agar nantinya setiap potensi apapun bisa langsung dilakukan antisipasi. Kita siap jika diajak kerja sama,” tandas Kapolres.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke sekolah dan membenarkan kejadian tersebut dilakukan para siswa di sebuah sekolah tingkat SMP. Kepada para pelaku, Disdikpora Gunungkidul diungkapkan Bahron akan memberikan pembinaan khusus agar tidak mengulangi kembali perbuatannya.
“Sudah diberikan sanksi berupa teguran dan juga membuat tugas sekolah sebagai bukti penyesalan. Para siswa tersebut akan terus kita bimbing karena sudah menjelang Ujian Nasional (Unas),” beber Bahron.
Ia mengakui bahwa di era teknologi dan keterbukaan informasi seperti yang terjadi sekarang ini, mendidik anak atau siswa menjadi jauh lebih berat. Jika pada masa lalu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang mental anak hanyalah kelurga, sekolah dan masyarakat, saat ini sudah cukup jauh bergeser karena juga ditambah teman sebaya dan internet.
Untuk itu, perlu adanya perhatian ekstra dari para orang tua terkait perkembangan putra putrinya.
"Di sekolah, kami akan meningkatkan pengawasan bimbingan kepada peserta didik. Salah satunya dengan 1 guru mengawasi 5 anak sehingga diharapkan secara psikologis mereka bisa lebih dekat. Selain itu bisa pula untuk pembentukan karakter anak," pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa1 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized6 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
