Sosial
Sempat Terancam Gagal Panen, Petani Terdampak Revitalisasi Bendungan Simo Akhirnya Dapat Solusi
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wajah risau Widodo, warga Padukuhan Kerjo, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong berubah kembali ceria. Sebelumnya ia cemas lahan pertanian miliknya terdampak proyek revitalisasi Bendungan Sumo yang dilaksanakan oleh pemerintah. Widodo khawatir, tanaman padi miliknya yang baru berusia 60 hari mati atau tak bisa tumbuh maksimal karena proyek itu.
Kekhawatirannya ini sendiri bukannya tanpa alasan lantaran sudah hampir seminggu terakhir ini tidak teraliri air. Padahal padi hanya bisa bertahan tanpa air selama empat hari saja. Padi yang mulai tumbuh tersebut butiran gabahnya sempat lesu lantaran di masa pertumbuhan kurang air.
“Saat akan ada revitalisasi, usulan melalui DP3A dan tidak langsung dengan petani. Petani tidak diberi sosialisasi secara merata, tentang kelebihan juga kekurangan dari proyek,” tutur Widodo kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (30/07/2019) kemarin.
Lebih lanjut Widodo menceritakan, karena tidak diberi penjelasan secara detail termasuk juga dampak dari pembangunan tersebut, para petani kemudian tetap menanam padi. Namun di tengah-tengah masa tanam padi, air dari Bendungan Simo tidak mengalir karena adanya proyek tersebut.
“Kami jelas terancam gagal panen puluhan ton karena tanah yang terdampak ada 400 hektare dari tiga padukuhan di Desa Genjahan,” imbuhnya.
Adapun keluhan dari para petani di sekitar Bendungan Simo ini ditindaklanjuti oleh Tim Identifikasi Desain Masalah DPD PDIP DIY. Tim ini memberikan bantuan berupa nutrisi vitasoil kepada petani yang terdampak. Infus Nutrisi dengan Vitasoil Asam Humat merupakan suntikan nutrisi berupa pemulihan tanaman dan pengisian bulir padi. Sedangkan teknis pemberian infus nutrisi Vitasoil Asam Humat yaitu dengan metode penyemprotan langsung ke daun tanaman padi, melalui mulut daun (stomata).
“Metode penyemprotan massal melalui udara dengan menggunakan drone. Pesawat drone dilengkapi dengan instrumen pompa semprotan dengan tabung infus Vitasoil asam Humat berkapasitas 10 liter untuk dibawa terbang berputar berkeliling di atas hamparan sawah sambil melakukan penyemprotan yang dikendalikan oleh sistim remote control dari bawah,” kata ketua Tim Identifikasi Desain Masalah DPD PDIP DIY, Sukabiwanta.

Menurut Sukabiwanta, penggunaan drone untuk melakukan penyemprotan sendiri hanya menyasar sebagian kecil lahan. Nantinya, para petani diminta untuk menyemprot secara mandiri tanaman mereka dengan bantuan yang diberikan tersebut.
Selain menyemprotkan vitasoil dengan menggunakan drone, pihaknya juga meminta kepada pihak yang berwenang dalam mengerjakan proyek revitalisasi bendungan untuk membuka saluran air. Penutupan sistem suran primer di area Bendungan Simo ini sendiri telah dilakukan sejak 7 Juli lalu karena hal teknis. Ia berpendapat, meskipun proyek jalan, air harus tetap mengalir.
“Kemarin setelah negosiasi alot, ada solusi bahwa air tetap bisa mengalir dilewatkan celah yang belum direvitalisasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP DIY , Nuryadi berharap ancaman gagal panen masyarakat Ponjong karena adanya proyek revitalisasi bisa segera teratasi. Menurutnya meskipun proyek tersebut nantinya bermanfaat untuk masyarakat luas, dalam proses pengerjaannya jangan sampai merugikan petani.
“Semoga selalu ada solusi dari pemerintah dalam setiap kebijakan. Jangan sampai masyarakat khususnya petani dirugikan,” tandas Nuryadi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, proyek revitalisasi Bendungan Simo ini digarap oleh Pemda DIY. Rencananya, akan dilakukan perbaikan pada saluran primer di Bendung Simo ini. Upaya ini dilakukan agar debit air yang mengaliri lahan seluas kurang lebih 1000 hektare milik petani dapat lebih baik lagi. Dengan begitu, kondisi kekurangan air untuk lahan pertanian bisa diminalisir.
“Yang punya gawe (revitalisasi) adalah provinsi. Rencananya memang akan segera digarap tahun ini,” kata Raharjo Yuwono, Jumat (12/07/2019).
Disinggung mengenai anggaran untuk revitalisasi bendung Simo ini, Raharjo tidak dapat mengungkapkan secara gamblang. Pasalnya segala proses hingga pengadaan barang sendiri dilakukan oleh pihak dari provinsi. Untuk Dinas Pertanian Gunungkidul, dalam hal ini hanya membantu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada provinsi terkait dampak dari pembangunan ini. Rencana pembangunan sendiri akan dilakukan pada bulan Juli hingga September 2019 ini.
“Memang ada keluhan dari petani yang khawatir perihal pengairan akibat proses revitalisasi ini, dan sudah disampaikan ke Pemprov,” tutup Raharjo.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Sosial1 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan1 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
