Sosial
Penyembelihan Hewan Kurban Yang Ramah Lingkungan, Begini Himbauan Kemenag
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Banyak hal yang perlu diperhatikan saat penyembelihan hewan kurban. Salah satunya dalam pembuangan limbah dari hewan kurban seperti kambing dan sapi. Jika tidak diperhatikan secara seksama, limbah-limbah penyembelihan hewan kurban tersebut justru akan mencemari lingkungan.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak membuang limbah sisa pemotongan hewan kurban sembarangan. Limbah hewan kurban seperti darah dan isi perut jika tidak dikelola dengan baik tentu saja akan menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Jangan sampai isi perut berceceran karena akan menimbulkan bau dan membahayakan kesehatan. Selain itu darah hewan juga jangan sampai dibuang ke saluran air. Sebaiknya ditampung dengan lubang,” ujar Bagian Pengelolaan data, Seksi Binmas Kantor Kemenag Gunungkidul, Syawal Rusmanto kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Kamis (08/08/2019) siang.
Menurutnya, lubang untuk menampung limbah hewan kurban pun harus terletak jauh dari saluran air. Dikhawatirkan keberadaan limbah yang memiliki bau yang cukup menyengat akan mengganggu masyarakat selain mencemari lingkungan.
“Itupun dalam pembuatan lubang antara darah dan kotoran seharusnya dipisahkan, jangan sampai jadi satu,” jelasnya.

Di titik penyembelihan, lanjut Syawal, para penyembelih dan masyarakat hendaknya menyiapkan lubang sedalam setengah meter untuk limbah darah. Sehingga begitu hewan disembelih, darah dari leher hewan kurban akan segera masuk pada lubang.
“Sedangkan untuk limbah isi perut dibuatkan lubang minimal sedalam satu meter, karena baunya lebih menyengat dikhawatirkan akan dicabik-cabik hewan liar,” tandas Syawal.
Terpisah, Kepala Seksi Binmas Kantor Kemenag Gunungkidul, Supriyanto menambahkan, satu bulan lalu jajarannya bersama Dinas Peternakan dan Pangan Gunungkidul sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh penyuluh KUA di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Sosialisasi tersebut berupa penjelasan tata cara melakukan penyembelihan hewan kurban.
“Teknik sendiri semakin tahun semakin detail dan menyempurnakan misalnya dalam menjagal sapi kalau masjid di kota mungkin sudah permanen disiapkan tiang pengikat, kalau di desa biasanya kan kondisional nah kalau bisa diikatkan di pohon yang masih hidup dan akarnya kuat,” jelas Supri.
Jika terikat kuat, maka saat sapi mengalami sakarotul maut dan bergerak kencang, tiang ataupun pohon pengikatnya tidak jebol. Sehingga, darahnya pun akan mengalir mengucur ke lubang yang sudah dipersiapkan.
“Istilahnya tidak muncrat kemana-mana karena akan mempengaruhi rasa dari daging sapi itu sendiri, kalau darah mengalir ke bawah rasanya akan lebih enak dan tidak bau,” imbuhnya.
Pihaknya sendiri saat ini belum menerima jumlah secara pasti hewan kurban yang akan disembelih di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, data pasti mengenai jumlah hewan kurban akan terkumpul hingga hari tasyrik.
“Biasanya takmir masjid mulai melaporkan saat malam menjelang Idul Adha,” tandasnya.
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
