Sosial
Belum Semua Nelayan Sejahtera, HSNI Dorong Pemkab Gunungkidul Perbaiki Akses Jalan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selain bertani, warga di Kabupaten Gunungkidul utamanya dibagian selatan banyak menggantungkan hidupnya dari melaut atau menjadi nelayan. Meski hasil tangkapan melimpah namun hal itu dianggap belum sebanding dengan biaya operasional. Jauhnya jarak dari rumah meuju pantai serta akses yang belum mulus disebut menjadi salah satunya.
Sekretaris Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) DIY, Gamal Asghar mengatakan, secara keseluruhan pendapatan para nelayan perkapita tahun ini sebesar Rp 46 juta per tahunnya. Namun, hal itu ternyata tidak menyasar semua nelayan. Seperti diketahui di Gunungkidul yang masih banyak terlihat ketimpangan antar nelayan
“Salah satunya adalah karena akses jalan yang baik dan laik kurang merata menyasar seluruh tempat tinggal para nelayan, artinya jarak disini berpengaruh. Sehingga pendapatan belum bisa merata,” kata Gamal, Kamis (19/12/2019).
Ia mengambil contoh salah satunya ialah nelayan yang berada di wilayah Kecamatan Tepus dan Saptosari. Mereka saat ini masih berada di wilayah yang akses jalan menuju pantai sangat jauh serta masih belum laik untuk mendorong kesejahteraan para nelayan.
“Kami mengusulkan kepada pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi untuk bisa mempertimbangkan pembuatan akses jalan yang baik bagi para nelayan,” kata dia.
Sebuah solusi pun ia ungkapkan untuk mengatasai permasalahan tersebut. Keberadaan JJLS saat ini tentu berdampak positif bagi nelayan karena mempermudah akses mereka, namun akan lebih baik jika JJLS tersebut dihubungkan langsung dengan jalan-jalan menuju pantai.
“Adanya JJLS ini kami harapkan tidak hanya menyasar pengguna jalan pada umumnya, tetapi bisa ramah bagi para nelayan. Jadi besok saya berharap mereka bisa memperbaiki taraf hidupnya dengan bisa memperoleh akses jalan agar produk mereka bisa cepat langsung sampai cepat ke tujuan,” ujarnya.
Saat disinggung terkait program Jokowi untuk pembuatan rumah laik huni, Gamal menyambut baik. Namun, dengan pendapatan seperti itu, kebutuhan rumah laik huni nelayan di Gunungkidul tidak semasif dengan wilayah lain di Indonesia. Bahkan, Gamal menyebut rata-rata per kapita diatas rata-rata nasional.
“Ada yang bagus ada juga yang tidak, tetapi saya boleh bilang nelayan kita itu mempunyai taraf kehidupan nya cukup lumayan, dengan pendapatan itu tadi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang nelayan dj Pantai Baron, Sumardi turut membenarkan apa yang disampaikan oleh Gamal. Ia memberikan contoh dua pantai yakni Kukup dan Sepanjang.
“Akses nelayan masih cukup sulit. Untuk akses jalan memang belum ada pembangunan, jadi memang belum layak jalannya,” ujarnya.
Selain itu, berharap kepada pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan DIY untuk memperhatikan lahan parkir perahu nelayan di Pantai Baron. Sebab saat ini pihaknya masih kewalahan dalam menata perahu ditengah sempitnya lahan parkir yang ada.
“Yang butuh diperlebar juga terutama kawasan nelayan di parkiran kapal, agar nelayan untuk memarkirkan kapal kita merasa nyaman, karena di Baron baru saja kena abrasi, agar pemerintah bisa mendukung itu,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
