Sosial
Ini Titik-titik Pusat Perayaan Tahun Baru di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah titik di kawasan Gunungkidul bisa menjadi pilihan untuk merayakan tahun baru 2020. Di lokasi-lokasi tersebut, digelar acara hiburan dan pesta kembang api. Di Gunungkidul sendiri, titik-titik perayaan tahun baru 2020 tersebar di seluruh wilayah, mulai dari pusat pota, obyek wisata pesisir pantai, kawasan perbatasan di zona utara dan beberapa titik hiburan lainya. Ada beragam pilihan bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun pasangan.
Adapun beberapa kegiatan yang bisa menjadi alternatif warga masyarakat dalam perayaan tahun baru ini yakni di Alun-alun Wonosari dengan pentas Campur Sari Sanggar Ungu dan pesta kembang api. Kemudian di Panggung Terbuka Nglanggeran akan diadakan pagelaran wayang dengan menampilkan 3 dalang ternama.
Tak hanya itu, pantai Wediombo bakal diadakan Surfing, Camping, Live Music. Acara senada juga akan dihelat di Pantai Ngobaran. Sementara di sisi utara, malam pergantian tahun 2020 ini akan diwarnai dengan Grand Opening obyek wisata Watu Gendong di Desa Beji dengan hiburan orkes melayu. Kemudian di Heha Ksy View, De Mangol, Mangloeng dan Geka Steak juga akan menyelenggarakan acara.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, pada tahun baru kali ini, Dinas Pariwisata Gunungkidul tidak mengadakan kegiatan even khusus untuk menyambut pergantian tahun. Namun demikian, tentunya dipastikan sejumlah titik tidak akan sepi kegiatan. Seperti misalnya di obyek wisata, dari masing-masing Pokdarwis menyelenggarakan kegiatan secara mandiri.
“Kami tidak mengadakan even khusus. Sifatnya hanya mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing penyelenggara, misalnya seperti yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi di Nglanggeran,” kata Asti Wijayanti.

Dari Dinas pariwisata Gunungkidul nantinya akan mendukung dalam pengisian acara di kegiatan yang berada di Alun-Alun Wonosari.
Sementara itu, Wakapolres Gunungkidul Kompol Joko Hamitoyo menandaskan, dalam perayaan Tahun Baru 2020 ini, pihaknya akan melakukan pengamanan dan pemantauan di pusat-pusat keramaian tersebut. Tidak menutup kemungkinan, personil yang disiagakan juga akan berbeda dibandingkan dengan titik-titik lainnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat saat malam pergantian tahun baru agar tidak mengenakan perhiasan yang mencolok karena bisa memancing seseorang untuk berbuat kriminal. Tidak hanya itu, ia mnghimbau pula jika menemukan praktik pungutan liar di kawasan pariwisata atau parkir dapat segera melaporkan kepada Polres Gunungkidul agar bisa langsung ditangani.
“Kami beberapa waktu lalu juga melakukan patroli untuk memantau adakah pungutan liar, masyarakat bisa melaporkan langsung atau melalui sosial media milik Polres Gunungkidul, sehingga bisa langsung kita tindak lanjuti,” katanya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
