Sosial
Cerita Siswanto yang Tertimpa Reruntuhan Rumah Saat Puting Beliung Terjang Kedungranti
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Angin kencang (puting beliung) yang terjadi pada Kamis (06/11/2020) kemarin memporak porandakan Padukuhan Kedungranti, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar. Sebanyak 50 rumah di satu padukuhan terdampak akibat bencana tersebut. Satu rumah warga bahkan roboh dan rata dengan tanah, bahkan pemilik rumah tersebut juga sempat tertimpa reruntuhan material rumah yang roboh.
Kamis sore kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB Siswanto (pemilik rumah) tengah beraktifvitas di kandang belakang rumahnya. Tiba-tiba kondisi di sekitar rumahnya berubah total, terdengar suara gemuruh angin yang tidak pada umumnya. Mulanya ia tidak begitu curiga dan tetap melanjutkan aktivitasnya. Angin kencang itu tiba-tiba menyapu rumah-rumah warga. Begitu pula dengan bangunan rumahnya, kejadiannya sendiri begitu cepat.
Seketika itu rumah yang ia gunakan untuk menyimpan seperangkat gamelan jawa runtuh rata dengan tanah. Ia yang berada di kandang belakang justru tertimpa blandar rumah yang roboh tersebut. Tepat di tengkuk (leher belakang) blandar menimpanya dan ia terjatuh.
“Saya pas makani kambing di kandang (member makan kambing di kandang). Mboten saget mlayu, ngertos-ngertos blandare nibani gulu mburi (tidak bisa lari, tahu-tahu kayu blandar sudah menimpa leher belakang,” ucap Siswanto.
Beruntung lansia tersebut kemudian bisa lepas dari kayu yang menimpanya. Akan tetapi kaki kanannya bengkak dan kemudian mendapatkan penanganan medis.

“Anak dan istri saya pas kejadian di dalam rumah kemudian bisa lari keluar menyelamatkan diri. Kalau sekarang dibantu untuk kerjabakti dan dibangun ulang rumahnya,” sambung dia.
“Kalau pas kejadian mboten jawah (tidak hujan). Tapi setelahnya jawah (hujan) sebentar,” papar dia.

Jumat (06/11/2020) siang tadi, warga setempat dan relawan dari anggota kepolisian, TNI, Tagana, BPBD, dan relawan dari berbagai instansi maupun partai politik melakukan kerjabakti massal. Bahkan bencana ini juga mendapat perhatian dari anggota DPR RI dapil DIY yaitu, Gandung Pardiman. Politisi asal partai Golkar ini menyempatkan diri untuk menengok kondisi masyarakat di Kedungranti.
Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com di lokasi, ratusan relawan dan warga sejak pagi disibukkan dengan aktivitas kerja bakti di rumah-rumah warga. Mereka saling membantu membersihkan puing-puing rumah yang berterbangan dan rusak akibat angin kencang pada kamis sore kemari.
Dukuh Kedungranti, Tukiyarno mengatakan ada 1 bangunan rumah milik warganya yang ambruk akibat puting beliung. Kemudian 2 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 47 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Mayoritas rumah mengalami kerusakan di bagian atap.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya bangunan rumah warga yang rusak dan pohon-pohon yang tumbang akibat angin kencang kemarin sore,” terang Tukiyarno, Jumat siang saat ditemui.
Berdasarkan hitungan awal yang dilakukan oleh pemerintah kalurahan, pemerintah kapanewon dan sejumlah tokoh, untuk bangunan rumah yang rusak ringan diperkirakan mengalami kerugian 4 sampai 5 juta per rumahnya. Kemudian untuk yang rusak parah dan ambruk mencapai puluhan juta.
“Beruntung setelah kejadian kami mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, relawan dan sejumlah tokoh, tentu sangat berterimakasih. Sehingga beban masyarakat disokong dan jauh lebih ringan,” jelasnya.
Pemulihan kondisi masyarakat sendiri tentunya membutuhkan waktu. Mengingat untuk kerja bakti dan melakukan perbaikan bangunan tidaklah instan. Sejumlah relawan disiagakan.
“Ada satu orang yang tertimpa reruntuhan rumah roboh. Alhamdulillah kondisinya sekarang baik, sudah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada luka serius,” imbuhnya.

Anggota DPR RI Sambangi Lokasi Bencana
Anggota DPR RI, Gandung Pardiman mengatakan, dirinya tengah ada kegiatan di Gunungkidul dan mendapatkan laporan mengenai adanya bencana angin kencang. Pagi tadi ada 100 personil dari GPC dan AMPI yang diterjunkan untuk terlibat dalam kerjabakti masal. Selain itu juga memberikan bantuan permakanan dan lainnya untuk keperluan masyarakat terdampak angin kencang.
“Jadi ini kebetulan kemarin ada kegiatan terus dapat laporan, karena masyarakat sini adalah bagian dari keluarga (paseduluran) maka saya sempatkan untuk menengok kondisinya bagaimana,” jelas Gandung.
Ia mengingatkan kepada masyarakat umum di seluruh wilayah Gunungkidul untuk waspada akan cuaca saat ini. pasalnya berdasarkan prediksi BMKG ada La Nina untuk itu kesiap siagaan dalam penanganan bencana juga harus lebih ditingkatkan kembali.
“Selain masyarakat nanti relawan AMPI, GPC,dan relawan yang kami miliki akan kami siagakan untuk kebencanaan. Nanti jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung memberikan bantuan. Nanti juga akan kami didik lebih lagi agar semakin cekatan,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized7 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
