fbpx
Connect with us

Sosial

Ingin Dapat Bantuan Usaha Jutaan Dari Ayo Gass Immawan? Begini Caranya

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Program Ayo Gass merupakan program unggulan dari pasangan calon bupati Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi. Program yang dimaksudkan untuk memajukan UMKM dan usaha yang ada di Gunungkidul. Program Ayo Gas sendiri memfokuskan diri pada pendampingan keseluruhan kepada UMKM maupun calon-calon pengusaha di Gunungkidul. Adapun program tersebut sekarang sudah mulai terealisasikan. Telah ada puluhan kalurahan yang sudah melakukan pertemuan dan berdiskusi mengenai potensi serta usaha yang dikembangkan. Dalam waktu dekat ini bahkan, ratusan UMKM akan mendapatkan bantuan modal usaha dari Ayo Gass.

CEO Ayo Gass, Andi Widiatmoko mengatakan, sejak lebih dari sebulan terakhir ini, pihaknya telah merealisasikan sejumlah program dan tahapan dari Ayo Gass yang digagas oleh pasangan Immawan Wahyudi dan Martanty Soenar Dewi. Pihaknya menerjunkan personel ke desa-desa (kalurahan) guna melihat potensi dari masing-masing wilayah .Dari hasil pemetaan itu, kemudian dilakukan tahapan lanjutan berupa sosialisasi ke masyarakat maupun kelompok usaha bersama. Dari situ lantas dilakukan berbagai macam pelatihan serta pembinaan.

“Untuk tahap awal lalu, sudah ada sekitar 50 warga binaan kami di tiap-tiap kapanewon,” terang Andi, di sela-sela memberikan sosialisasi serta pendampingan di Karangmojo, Jumat (06/11/2020).

Saat ini, pihaknya mulai menyasar ke desa dengan dibentuk kelompok usaha bersama. Sudah ada sekitar 20 kalurahan yang dikunjungi dan telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan. Pembentukan kelompok usaha bersama ini sangat penting agar UMKM yang bisa berkembang secara maksimal. Dicontohkannya, sebisa mungkin selain pengembangan sektor produksi, pihaknya juga memperhatikan perihal pra produksi berupa ketersediaan bahan baku misalnya. Sebisa mungkin, bahan baku nantinya bisa disediakan oleh anggota kelompok usaha bersama binaan Ayo Gass.

“Kita nantinya juga memberikan bantuan pemasaran produk, baik di dalam Gunungkidul hingga ke luar Gunungkidul. Dalam waktu dekat ini, akan kita launching marketplacenya,” kata Andi.

Menurut Andi, dari pendampingan yang selama ini telah dilakukan kepada ratusan anggota Ayo Gass, terdapat sejumlah kendala yang membuat UMKM warga tak berkembang secara maksimal. Selain faktor bahan baku, branding, hingga pemasaran, banyak dari pengusaha maupun calon pengusaha terkendala modal usaha.

Berkaitan hal ini, pihaknya telah mengambil langkah taktis dengan memberikan bantuan permodalan. Adapun untuk bantuan modal yang diberikan oleh Ayo Gass, nilainya cukup bervariasi. Pada tahap awal ini, pihaknya akan mencairkan bantuan modal senilai 3 hingga 5 juta.

“Minggu depan sudah kita agendakan pencairan bantuan modal kepada 100 pengusaha yang kami nilai sudah siap untuk menggenjot produksinya,” sambungnya.

Ia menambahkan, bantuan usaha ini tentunya bersifat dinamis dan disesuaikan dengan kebutuhan maupun potensi usaha yang ada. Bantuan modal ini bisa bersifat stimulan, pinjaman, hingga investasi bagi hasil. Bantuan modal senilai 3-5 juta ini sendiri berlaku bagi perseorangan. Sementara untuk kelompok, nilainya bisa mencapai 50 hingga 100 juta.

“Untuk bisa mengakses bantuan ini caranya sangat gampang, tinggal mendaftar secara online melalui akun Facebook atau Instagram Ayo Gas, atau bisa juga mengisi formulir pendaftaran di website ayogass.com. Nanti akan ada admin yang menghubungi masyarakat,” urainya.

Pendaftaran menjadi anggota Ayo Gas tak terbatas pada para pemilik usaha, namun juga berlaku bagi masyarakat umum ataupun khususnya kalangan pemuda pemudi yang belum memiliki usaha maupun belum memiliki keahlian. Nantinya, mereka akan mendapatkan pelatihan hingga pendampingan. Dalam prosesnya, para pemuda bisa mengembangkan jaringan serta mendapatkan pengalaman.

“Nanti disesuaikan dengan passionnya mereka apa, dilihat dulu kemampuan dan keahliannya. Baru diberi pelatihan dan pendampingan yang lebih spesifik,” beber dia.

Bantuan modal sendiri tak hanya berupa uang, namun juga berbentuk baranh. Sebagai contohnya toko kelontong disetori barang untuk diperjualbelikan. Kemudian ada juga program yang sudah siap yakni mendistribusikan sayur mayur serta hasil pertanian. Untuk konsep ini, bahan baku langsung diambil dari petani Gunungkidul.

“Kita menginginkan agar sayur serta hasil pertanian ini tidak dimainkan oleh tengkulak. Dalam hal ini petani bisa mendapatkan harga yang bagus, dan masyarakat bisa membeli dengan harga yang tetap murah,” imbuh dia.

Sementara itu, penggagas program Ayo Gass, Immawan Wahyudi menargetkan nantinya dengan program ini, pihaknya bisa menggeliatkan dunia usaha di Gunungkidul. Immawan sendiri cukup mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti program Ayo Gass. Hanya sebulan setelah diluncurkan, sudah ada ratusan orang yang bergabung dan mulai mendapatkan pelatihan usaha.

“Saya ingin ini terus digenjot dan pada akhirnya ada 100 pengusaha di setiap desa. Dari program ini, minimal ada 14.000 pengusaha yang tentunya menjadi kekuatan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Efek domino ini yang kita inginkan,” papar Calon Bupati Gunungkidul dari nomor urut 2 ini.

Konsep khas dari Ayo Gass ini disebutkannya terletak pada komitmen kuat dalam hal branding UMKM. Ayo Gas tidak akan mengganti merk dari hasil produksi UMKM. Bahkan pihaknya akan membantu dalam proses pengemasan sehingga tampilannya tentu lebih menarik.

“Kalau tampilannya bagus, harganya bisa lebih tinggi. Nanti akan ada unit usaha masyarakat yang bergelut di penyediaan plastik kemasan. Merk tetap dari masyarakat, kita hanya mencantumkan logo kecil Ayo Gas saja di kemasan itu,” urai Immawan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler