fbpx
Connect with us

Sosial

Antisipasi Keributan Warga vs Suporter, Jelang Laga PSS Sleman Polisi Amankan Ketat Jalur Jogjo-Wonosari

Diterbitkan

pada

BDG

Patuk,(pidjar.com)–Kericuhan yang terjadi pada Kamis (09/05/2019) tengah malam silam antara warga dan kelompok suporter di Jalan Wonosari-Jogja, tepatnya di Desa Patuk, Kecamatan Patuk nampaknya membuat aparat tak mau kecolongan. Menjelang pertandingan pembuka Liga 1 antara PSS Sleman vs Arema Malang pada Rabu (15/05/2019) malam, aparat kepolisian dari Polres Gunungkidul mulai meningkatkan pengamanan khususnya di jalur paling sibuk di Gunungkidul tersebut. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya bentrok lanjutan yang mungkin terjadi di antara kedua kubu. Puluhan aparat bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengamankan jalur pergi pulang suporter asal Gunungkidul menuju Stadion Maguwoharjo Sleman tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengungkapkan jajaran kepolisian tak ingin kecolongan lagi layaknya insiden yang terjadi beberapa hari lalu. Saat itu memang ada insiden antara sejumlah oknum suporter yang terlibat bentrok dengan warga. Bahkan kejadian beberapa waktu lalu itu selain merusak rumah sejumlah warga, juga ada 5 anggota kepolisian yang menjadi korban lantaran mengalami luka akibat pukulan tangan kosong dan bambu.

Berita Lainnya  Tunda Aksi Mogok Kerja, Forum GTT dan PTT Akhirnya Hanya Kirim Petisi ke Pemerintah Pusat

Guna mengantisipasi hal serupa terjadi, kepolisian sejak Rabu petang tadi melakukan pengamanan di jalur Jogja Wonosari. Fokus utama pengamanan sendiri menurut Riko diutamakan di kawasan Kecamatan Patuk. Kawasan ini merupakan basis dari suporter yang menjadi rival rombongan suporter PSS Sleman asal Gunungkidul. Selain itu, bentrok pada sepekan silam dimungkinkan masih menyimpan bara dendam di kalangan warga.

“Giat seperti biasa, semua diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya bentrok atau ribut-ribut lainnya,” ucap AKP Riko Sanjaya, Rabu petang.

Tak hanya di seputaran Kecamatan Patuk saja, namun jalur ke timur tepatnya di sekitar Gading hingga Siyono pun juga akan dilakukan penjagaan dan pengamanan. Jika sekiranya ada deteksi dini atau hal yang mencurigakan, petugas akan segera melakukan tindakan lebih lanjut guna menjaga kondusifitas wilayah.

Berita Lainnya  Gegap Gempita Warga Gadungsari Sambut Pak Dukuh Yang Sembuh Dari Corona

Riko menghimbau kepada masyarakat sekitar jalur utama ini untuk lebih waspada. Jika sekiranya terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya masyarakat dibuat resah, masyarakat diminta untuk langsung melapor ke petugas kepolisian. Jangan sampai masyarakat justru terpancing dan terprovokasi sehingga melakukan tindakan yang dapat mengancam dan berpotensi memperkeruh suasana.

“Jangan sampai terpancing. Untuk pengguna jalan pun juga harus tetap hati-hati dan waspada,” ucap dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasat Sabhara Polres Gunungkidul, AKP Waluyo Wintoro. Guna mengantisipasi hal-hal yang meresahkan dan antisipasi kericuhan sekaligus pengamanan, pihaknya sejak Rabu petang tadi menerjunkan satu pleton pasukan untuk melakukan pengamanan di sepanjang Jalur Jogja-Wonosari. Selain berjaga-jaga di titik rawan, petugas juga akan melakukan pengecekan dengan menyisir jalanan yang ada.

“Ada koordinasi dengan Polsek Kalasan juga. Dari sana satu pleton juga disiagakan,” ucap AKP Waluyo.

Adapun saat ini pengamanan pun sudah mulai dilakukan sejak pukul 19.00 WIB. Anggota telah diterjunkan dan disebar ke lapangan sebagai antisipasi awal.

Berita Lainnya  Material Yang Datang Tak Sesuai, Warga Miskin Penerima Bantuan Tak Bisa Lanjutkan Pembangunan Rumah

“Kalau dari Kalasan sudah sejak pukul 19.00 WIB. Untuk personel Gunungkidul ada penyisiran atau patroli keliling. Kemudian untuk berjaga di sepanjang jalur itu malam, kemungkinan kan para suporter pulangnya malam usai pertandingan berlangsung,” imbuhnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler