Kriminal
Seorang Pelajar di Gunungkidul Jadi Pengedar Narkoba
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus peredaran narkoba di Bumi Handayani menunjukkan peningkatan. Jajaran kepolisian saat ini terus fokus mengungkap peredaran barang haram tersebut dengan harapan Gunungkidul tidak menjadi lahan basah bisnis Narkoba.
Belum lama ini, Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap lima kasus peredaran barang haram tersebut di Kabupaten Gunungkidul. Mirisnya, satu diantara kelima kasus tersebut, seorang pelajar di bawah umur menjadi pelakunya. Pelajar tersebut mengaku telah melakukan tindakan ini selama dua bulan.
Kanit I Narkoba Iptu Agus Supriyanta kepada wartawan mengatakan, pada 23 November lalu pihaknya berhasil mengamankan MSH (16) warga Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari. Ia mengungkapkan pada Senin malam sekitar pukil 20.00 WIB, jajarannya mendapatkan informasi jika di Padukuhan Siyono Wetan terdapat peredaran Narkotika.
“Setengah jam berselang, anggota kami mengamankan seorang pemuda bernisial ARP di rumah kosnya di Siyono Wetan,” ucap dia.
Dari hasil interogasi dan penggledahan petugas menemukan tiga butir pil berwarna putih atau pil sapi berlogo Y. Ketiga butir pil tersebut disimpan di dalam saku celana sebelah kanan ARP.
Kepada petugas, ARP mengaku mendapatkan pil sapi dari temannya yang bernama YPM. Transaksi semdiri tidak dilakukan secara langsung dengan YPM namun transaksi ini dihubungkan oleh MSH.
“AKR kami minta untuk menghubungi kembali YPM lewat Whatsapp untuk memesan pil sapi lagi, kemudian pukul sembilan datang teman YPM yang bernama MSH mengantarkan pil sapi sebanyak sepuluh butir,” jelas Agus.
Setelah ARP menerima pil sapi sebanyak sepuluh butir dari MSH, petugas mengamankan keduanya dan membawa barang bukyi yang ditemukan ke Mapolres Gunungkidul. Dari tangan MSH, petugas berhasil mengamankan 33 butit pil sapi putih berlogo Y, satu bungkus rokok berbungkus merah, satu buah HP merk Vivo berwarna hitam biru, dan uang tunai senilai Rp. 135.000.
Dikatakan Agus, masa Belajar di Rumah (BDR) ini termasuk rawan lantaran minimnya pengawasan dari orang tua maupun sekolah. Kepada polisi MSH mengaku selama dua bulan menjadi pengedar narkoba.
“Jadi kegiatan belajar di rumah ini cukup rawan karena tidak ada pengawasan langsung, untuk itu kami juga turut prihatin, mari kita kian peka dengan lingkungan,” tandas dia.
Selain kasus tersebut, Polisi juga mengamankan lima orang tersangka dari empat kasus peredaran Narkoba. Kelima tersangka tersebut antara lain AM, ATM, ESA, CPT dan YPM. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri asal Kapanewon Paliyan yang belum lama menikah.
“Dari keterangan para pelaku mereka baru mengedarkan, bukan residivis,” tukas Agus.
Secara umum, Agus menambahkan saat ini terjadi peningkatan kasus peredaran narkoba di Gunungkidul. Ia menyebut pada tahun 2018 terdapat 42 kasus, kemudian pada tahun 2019 terdapat 43 kasus.
“Memasukki awal Desember 2020 terdapat 58 kasus, ini tentu menjadi keprihatinan bersama, kami minta masyarkat saling mengawasi dadi lingkungan terkecil hingga lingkungan terluar,” ungkap Iptu Agus.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized4 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized4 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
