Sosial
Kisah Sukses Isti, Sempat Pinjam Uang ke Tetangga untuk Jahit Pesanan Pelanggan Hingga Kebanjiran Orderan APD Senilai Belasan Juta
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lebih kurang delapan bulan dunia merasakan sulitnya kehidupan di masa pandemi covid-19. Ternyata dampak dari pandemi ini tak melulu negatif, bahkan bagi Isti Arini (26) warga Karangsari (27/12), Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari ini justru meraup rejeki dari jasa pembuatan Alat Pelindung Diri.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, ibu satu anak ini mengulas perjuangannya memberanikan diri membuka jasa jahit. Kala itu sekitar tahun 2014 ia selesai menyelesaikan kursus jahit di salah satu LPK yang ada di Kapanewon Wonosari.
Awal mula merintis jasa jahit, jatuh bangun ia lakoni. Bahkan saat ia mendapatkan pesanan baju, ia pernah meminjam uang kepada tetangga untuk membuatkan baju pelanggannya.
Namun ia juga tak menyangka memasuki bulan April 2020, salah satu pelanggannya yang bekerja UPT Puskesmas I Wonosari meminta untuk dibuatkan masker. Setelah cocok dengan masker buatan Isti, pelanggannya tersebut lantas meminta untuk dibuatkan Alat Pelindung Diri.
“Awalnya saya dikasih contoh baju APD, langsung saya buatkan, dari pihak Puskesmas Wonosari cocok, minta dibuatkan untuk semua pegawai,” ucap Isti.

Tak dinyana, ternyata orderan tersebut seakan membuka jalan rezekinya. Satu per satu sejumlah Puskesmas juga order di rumah jahit milik Isti Alat Pelindung Diri.
“Hampir seluruh puskesmas order di saya, belum lagi sejumlah klinik. Biasanya saya patok harga Rp 125 ribu sudah ada orderan namanya, saya kasih label nama dan nomor telfon saya untuk iklan,” jelas Isti.
Kini, ia mulai membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitar. Ia merasa tak sanggup lagi membuatkan pesanan sendiri.
“Karena saya jahit satu per satu maksimal bisa bikin 4 buah APD makanya sudah mulai punya karyawan, meskipun baru satu,” kata perempuan lulusan SMP ini.
Kegigihannya dalam menjahit di masa pandemi mampu mengantarkannya kesuksesan. Dari omzet menjahit OPD setiap bulannya ia mampu menyisihkan uang Rp 5 sampai Rp 15 juta per bulannya.
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
