fbpx
Connect with us

Sosial

Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras

Published

on

Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 161
Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 162 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 163 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 164 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 165 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 166 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 167 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 168 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 169 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 170 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 171 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 172 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 173 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 175 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 176 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 177 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 178

Playen,(pidjar.com)–Menjadi daerah penghasil singkong terbesar mendorong masyarakat Gunungkidul untuk berkreatifitas dalam pengolahannya. Mengingat singkong terkadang nilai jualnya sangat rendah, sehingga harus berputar otak untuk bisa menciptakan olahan makanan berbahan singkong dengan nilai jual yang tinggi. Seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok wanita Putri 21, dimana kelompok ini mengolah singkong menjadi mocaf yang kemudian diproses lagi menjadi butiran-butiran beras.

Ketua Kelompok Wanita Putri 21, Suti Rahayu mengatakan beberapa tahun silam panen singkong di daerahnya sangat melimpah dengan harga jual dari petani yang sangat rendah. Dari situ ia kemudian mencari ide-ide yang sekiranya bisa digunakan untuk menaikkan harga dan memanfaatkan hasi pertanian sekitar.

“Singkong diproses dulu menjadi mocaf baru kemudian diproses lagi untuk menjadi beras analog, Alhamdulillah saat percobaan itu jadi. Kemudian peminatnya juga lumanyan sehingga kita produksi terus,” kata Suti Rahayu, Minggu (27/12/2020).

Proses pembuatan tergolong singkat. Jika bahan sudah siap proses hanya membutuhkan waktu 2 hari dalam pembuatan beras singkong. Sekitar 15 kg beras diprosuksi setiap 2 hari sekali, maklum saja karena alat yang ada tergolong kecil sehingga bahan yang dimasukkan tidak bisa banyak.

Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 179 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 180 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 174

Kelompok ini juga telah mendapatkan pendampingan dari pihak ketiga untuk lebih memajukan usaha kreatif tersebut. Adapun dalam 1 bulan bisa melakukan produksi hingga 500 kg beras singkong. Harga jual sendiri lebih tinggi hingga berkali lipat jika dibandingkan dengan singkong pada umumnya.

“Per kilo kita jual seharga 26 ribu rupiah. Untuk pasarannya di lokal dan sudah merambah ke beberapa daerah besar seperti Jakarta dan lainnya,” imbuh dia.

Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 182

 

Beras singkong sangat cocok dikonsumsi sehari sekali untuk yang sedang program diet ataupun mereka yang memiliki penyakit tertentu. Hal itu karena kandungan gizinya, mulai dari lemak 2,18 persen, protein 7,95. Kemudian karbohidrat 81,4 persen, energi 377,18 kkal, dan serat pangan 7,05 persen.

“Bentuknya butiran seperti beras. Sangat cocok dikonsumsi untuk penganti nasi,” imbuh dia.

Selain beras singkong, kelompok ini juga mengloah beragam tanaman pangan yang diubah bentuk untuk menghasilkan nilai jual tinggi. Seperti misalnya ubi ungu, jagung dan lainnya yang juga diolah menjadi beras untuk menarik minat konsumsi masyarakat.

Dalam pembuatannya, ia memberdayakan ibu-ibu di lingkungan sekitarnya untuk terlibat mulai dari penyediaan bahan hingga proses pebgolahan dan penjualannya. Dengan demikian diharapkan ada efek domino yang firasakan dan dapat mengangkat ekonomi, utamannya adalah ibu-ibu rumah tangga.

Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 183 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 184 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 185 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 186 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 187 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 188 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 189 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 190 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 191 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 192 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 193 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 194 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 195 Inovatif, Kelompok Putri 21 Olah Singkong Jadi Beras 196

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler