Politik
Tarik Ulur Jadwal Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 di Tingkat Pusat, KPU Gunungkidul Tunggu Putusan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tahun 2024 mendatang, pemerintah akan menggelar pesta demokrasi besar-besaran. Di mana pada tahun politik tersebut akan diselenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Legislatif, yang kemudian beberapa bulan selanjutnya disusul dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Proses di pusat sendiri sudah dilakukan pembahasan sejumlah hal yang krusial. Termasuk dengan pembahasan jadwal pencoblosan Pemilu. Namun di kalangan para elit politik, masih terjadi tarik ulur atas penentuan jadwal pencoblosam Pemilu.
Berdasarkan informasi yang ada, Pemilu serentak diusulkan pada bulan Februari 2024 mendatang. Kemudian pada bulan November 2024 disusul dengan pemilihan kepala daerah serentak, namun untuk jadwal pencoblosan Pemilu kali ini masih menjadi pembahasan di tingkat atas.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, di Gunungkidul sendiri tahapan masih belum dilakukan. Sebab pihaknya masih menunggu kesepakatan penyelenggaraan Pemilihan Umum oleh Pemerintah dengan DPR RI.
“Masih menunggu keputusan kapan hari pemungutan suara dilakukan. Setelah ada keputusan ini akan segera menindaklanjuti dengan tahapan yang sesuai dengan ketentuan,” ucap Ahmadi Ruslan Hani, Jumat (08/10/2021).
Kendati demikian, dalam waktu dekat KPU Gunungkidul akan melaksanakan pendidikan pemilih yang dikemas dalam pendidikan kader demokrasi desa dan pendidikan pemilih di beberapa kalurahan. Pihaknya akan menggandeng sejumlah pihak dalam hal ini agar bisa ikut terlibat dalam mengedukasi masyarakat umum serta pemilih pemula.

“Pendidikan pemilih ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang,” ucapnya.
Dengan adanya edukasi yang dimulai sejak awal, diharapkan masyarakat mulai lebih paham mengenai demokrasi serta bagaimana asas yang ada. Berdasarkan evaluasi Pilkada 2015 dan 2020 lalu, partisipasi masyarakat mengalami peningkatan hingga mencapai 10 persen.
“Pilkada 2020 kemarin partisipasi masyarakat 81 persen. Ini termasuk tinggi,” ucap dia.
Ia menegaskan berkaitan dengan tahapan, pihaknya masih menunggu kepastian dsri pemerintah pusat. Namun yang pastinya Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan seperti pelaksanaan tahun 2019 silam. Kemudian selang beberapa bulan disusul dengan Pilkada.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Uncategorized1 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
