Pemerintahan
Berawal Gemas Lihat Mobil Wisatawan Lalu Lalang, Sumanto Sukses Kembangkan Kebun Kelengkeng Beromset Ratusan Juta
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pariwisata Gunungkidul memang begitu moncer sejak beberapa tahun terakhir ini. Namun dengan tingkat kunjungan yang mencapai jutaan wisatawan setiap tahunnya, masyarakat yang merasakan dampaknya hingga saat ini belum merata di seluruh wilayah. Maka dari itu, pemerintah kemudian mendorong masyarakat untuk mencoba peruntungan dari sektor lain. Salah satunya adalah pertanian dan perkebunan yang juga perlahan meningkat drastis.
Agar konsep wisata dan perkebunan ini dapat diterapkan secara maksimal, salah seorang warga Padukuhan Gunungkunir, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Sumanto membuat terobosan membuka sebuah agrowisata petik kelengkeng. Konsep agrowisata ini ia buka di kebunnya.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sumanto menuturkan bahwa latar belakang dirinya berani membuat terobosan ini adalah melihat hilir mudik kendaraan wisatawan. Dirinya memiliki prinsip tidak ingin sekedar menjadi penonton lalu lalang kendaraan yang lewat depan rumahnya. Ia berkeinginan daerahnya juga dapat menjadi salah satu tujuan atau paling tidak alternatif sebelum menuju kawasan pantai. Dari situlah ia lantas memiliki ide untuk membuat agrowisata.
Sekitar tahun 2017, Sumanto menanam 138 pohon kelengkeng di lahan seluas 2000 meter persegi. Ia menanam dengan system tanam dalam bis beton sehingga kebutuhan air dan pupuk bisa terkontrol. Setelah 4 tahun tumbuh, ternyata sudah bisa panen 3 kali. Pada panen kedua dirinya bahkan berhasil memanen buah kelengkeng hingga mencapai 350 kilogram dengan harga jual Rp 30.000 per kilogramnya.
Jumlah panen sendiri terus meningkat. Pada tahun ketiga, rerata satu batang pohon miliknya mampu menghasilkan 15 sampai 20 kilogram buah. Sementara pada tahun keempat, tepatnya di 2021 kemarin, dirinya bisa memanen hingga 33 kilogam kelengkeng per batangnya. Dengan panen yang semakin besar ini, membuat Sumanto terus berusaha mengembangkan kebunnya. Tahun ini, ia kembali menambah 35 batang pohon baru di lahan yang masih tersedia.
Kegigihan Sumanto sendiri mendapatkan apresiasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono menyebut bahwa konsep kebun kelengkeng milik Sumanto sangat berhasil.
Ia menjelaskan, perawatan yang diterapkan sendiri juga sangat mudah agar tanaman bisa tumbuh bagus dan berbuah. Untuk pemupukkannya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 200 gram per pohon dengan pupuk NPK.
Untuk pemasaran sendiri, pemilik kebun diketahui bekerja sama dengan Penggiat Subur Bumi komunitas dan komunitas lainnya. Pemasaran sendiri tak hanya melulu mengenai penjualan hasil buah saja, akan tetapi juga dikonsep pariwisata dengan pengunjung bisa langsung memetik buah di kebun kelengkeng. Saat ini, mulai banyak tamu yang datang untuk berwisata memetik buah kelengkeng. Dengan langsung berhadapan dengan konsumen, maka pemilik lahan sendiri bisa menjual hasil buminya dengan lebih optimal.
“Ini merupakan inovasi yang potensial, petani dan masyarakat umum di Gunungkidul kami dorong dan berikan pendampingan untuk bisa berinovasi dalam sektor perkebunan dan pertanian,” jelas Raharjo, Kamis (20/01/2022).
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2021 kemarin menggelontorkan bantuan untuk pengembangan horti khususnya penanaman kelengkeng di beberapa lokasi. Di antaranya 40 hektare di wilayah Semin, 20 hektare di Patuk dan 10 hektare di Semanu. Sebenarnya daerah yang dikenal tandus ini sangat cocok untuk mengembangkan beragam tanaman pangan serta hortikultura atau perkebunan.
“Kelengkeng, alpukat, pisang, jambu, jeruk dan buah lainnya sangat cocok di Gunungkidul dan sudah banyak yang mengembangkannya,” tutup Raharjo.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
