Pemerintahan
Ratusan Kilometer Jalan Rusak, Pemerintah Usulkan Perubahan Status di Sejumlah Titik
Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih memiliki PR yang cukup besar yaitu dalam penanganan jalan rusak yang tersebar merata di seluruh wilayah. Berdasarkan sata dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) saat ini ada 742 kilometer jalan berstatus kabupaten yang dalam kondisi rusak.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengungkapkan, panjang jalan berstatus milik Kabupaten Gunungkidul mencapai 1.136,66 km yang membentang di seluruh wilayah. Dari jumlah tersebut, baru 34,8 persen yang dalam kondisi baik, sedangkan sisanya masih dalam kondisi rusak ringan, sedang, hingga berat.
Adapun rinciannya yaitu 25,8 persen dalam kondisi rusak berat, 11 persen dalam kondisi rusak ringan, dan 28,5 persen dalam kondisi rusak sedang. Dari prosentase tersebut masih ads 742 km yang rusak.
Hal ini menjadi PR bagi pemerintah untuk segera menuntaskan pembangunan atau perbaikan jalan yang masih belum tersentuh bantuan. Namun demikian, dari jumlah tersebut pemerintah membutuhkan anggaran yang sangat fantastis apabila secara keseluruhan akan dilakukan perbaikan. Sedangkan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah tidak mampu mencukupinya.
“Apabila secara keseluruhan akan dilakukan perbaikan kami membutuhkan anggaran sebesar Rp 1 triliun. Dengan anggaran segitu semuanya akan terselesaikan, jalan berstatus kabupaten akan dalam kondisi baik dan mulus,” terang Rakhmadian Wijayanto.
Lebih lanjut, salah satu kendala yang dihadapi oleh pemerintah adalah kemampuan keuangan daerah. Sehingga perbaikan agar merata hanya menyasar beberapa meter saja, selain APBD juga mengakses anggaran pusat.
“Sebagai contohnya tahun 2024 ini saja, memang ada puluhan titik yang diperbaiki namun hanya mampu berapa ratus meter saja yang diperbaiki menggunakan APBD, kalau yang jalan panjang mengakses DAU dari pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyono mengatakan, sebagai salah satu upaya mengentaskan permasalahan jalan rusak saat ini DPUPRKP tengah menyusun usulan perubahan status pada ruas jalan tertentu. Selain dari pemerintah kabupaten, beberapa waktu lalu kalurahan juga mengusulkan perubahan.
“Jadi ada beberapa ruas yang semula statusnya jalan Kabupaten akan turun jadi jalan desa pun sebaliknya,” ucap Wadiyono saat dihubungi.
Kendati demikian, dirinya masih belum bisa merinci jalan mana saja yang akan berubah statusnya. Sebab saat ini masih dalam proses.
“Ini masih belum selesai, setelah ditetapkan akan segera disampaikan. Pada prinsipnya penurunan maupun peningkatan status ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan perbaikan atau rehabilitasi jalan di Gunungkidul,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
