Peristiwa
Dua Aksi Bunuh Diri dalam Sehari, Warga Gunungkidul Ditemukan Tergantung di Pohon
Nglipar,(pidjar.com)– Senin,(30/03/2026) ini, dua warga Gunungkidul mengakhiri hidupnya dengan aksi gantung diri. Senin siang, seorang perempuan Padukuhan Sumberejo, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar ditemukan gantung diri di kebun atau ladang dekat rumahnya. Berselang 1 jam, aksi gantung diri juga terjadi di Padukuhan Mulo, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari. Dengan 2 aksi ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri yang dilakukan oleh warga Gunungkidul.
Kapolsek Nglipar, AKP Aris Sugiyanto mengatakan, SNR(56) seorang ibu rumah tangga di Sumberejo, Nglipar ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon jati yang berada di pinggir tanggul ladang, sekitar 100 meter dari rumahnya.
Korban ditemukan pertama kali oleh suami korban, Irfan, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, suaminya merasa curiga karena korban tidak berada di rumah. Kemudian mencari di dalam rumah dan sekelilingnya namun tidak ditemukan.
“Suami korban sempat mencari di sekitar rumah, namun tidak ditemukan. Kemudian bersama anaknya melakukan pencarian hingga ke area kebun, dan menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon jati,” jelas Kapolsek.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga langsung menurunkan korban dan meminta bantuan warga sekitar. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Nglipar I untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah dibawa ke Puskesmas dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” imbuhnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ditemukan bekas jeratan di bagian leher.
“Tidak ada tanda penganiayaan. Dari hasil pemeriksaan, kejadian ini murni gantung diri,” tegas Aris Sugiyanto.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan langsung melaksanakan prosesi pemakaman dengan dibantu warga sekitar.
Aksi gantung diri kedua, ditemukan di Padukuhan Mulo, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari. Seorang lansia berinisial SHRT (84) ditemukan gantung diri di pohon Mlinjo yang berada di kawasan Alas Ngrejeng, Dusun Mulo, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari
Kapolsek Wonosari, Tri Wibowo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, Sunardi, yang merasa curiga karena korban tidak berada di rumah.
“Sekitar pukul 13.00 WIB, saksi mencari korban karena tidak ada di rumah. Kemudian saksi menuju ladang atau alas milik korban, dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon melinjo,” ujar Kapolsek.
Ia menambahkan, setelah menemukan kejadian tersebut, saksi langsung melaporkan kepada pamong kalurahan dan diteruskan ke Polsek Wonosari untuk penanganan lebih lanjut.
“Petugas bersama tim medis langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban,” jelasnya.
Dari hasil olah TKP, korban ditemukan tergantung menggunakan kain sarung yang diikatkan pada dahan pohon dengan ketinggian sekitar 175 cm. Sementara posisi kaki korban masih menyentuh tanah.
“Panjang tali sekitar 1,5 meter, dengan lingkar jeratan di leher kurang lebih 43 cm. Posisi korban menggantung dan kaki masih menyentuh tanah,” terang Kapolsek.
Lebih lanjut, hasil pemeriksaan medis oleh tim Puskesmas Wonosari I yang dipimpin dr. Sigit Eko Prasetyo menunjukkan adanya bekas jeratan di leher korban serta beberapa tanda umum pada korban meninggal.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar tiga jam sebelum ditemukan,” tegasnya.
Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi.
“Pihak keluarga sudah menerima dan mengikhlaskan kejadian ini, sehingga tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Jika menemukan tanda-tanda depresi atau tekanan mental, diharapkan segera mencari bantuan agar kejadian serupa dapat dicegah.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya4 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
