Connect with us

Uncategorized

Limbah Ternak Disulap Jadi Bisnis, Dua Desa Berhasil Bangun Ekonomi Sirkular

Diterbitkan

pada

Ponjong, (pidjar.com)-Limbah peternakan yang selama ini identik dengan bau menyengat dan menumpuk di sekitar kandang kini justru menjadi penggerak ekonomi baru di Kapanewon Ponjong. Melalui Program Desa Berdaya Energi yang dijalankan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), masyarakat di Kalurahan Gombang dan Karangasem berhasil membangun sistem ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor peternakan, pertanian hingga pengembangan hijauan pakan ternak.

Program yang berjalan sejak 2024 itu tidak hanya mengajarkan cara mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik, tetapi juga membangun siklus usaha yang saling mendukung. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk, pupuk dimanfaatkan untuk menanam tanaman multifungsi, sementara hasil tanaman kembali digunakan sebagai pakan ternak.

Hingga pertengahan 2026, dua kelompok tani di kedua kalurahan tersebut mampu memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik dengan nilai ekonomi mencapai Rp15,4 juta. Masing-masing kelompok memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp7,7 juta dari hasil penjualan pupuk organik.

Berita Lainnya  UKDW Jadi Tuan Rumah Tenis Meja POMDA DIY 2024

Selain menciptakan sumber pendapatan baru, sistem tersebut juga membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Jika kebutuhan 14 ton pupuk dipenuhi menggunakan pupuk urea, masyarakat diperkirakan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp91 juta. Dengan memproduksi pupuk organik secara mandiri, biaya tersebut dapat ditekan sehingga masyarakat berpotensi menghemat hingga Rp75,6 juta.

Selama hampir dua tahun pelaksanaan program, pengelolaan limbah peternakan juga terus meningkat. Di Kalurahan Gombang, potensi limbah yang berhasil dikelola mencapai sekitar 23 ton, sedangkan di Kalurahan Karangasem sekitar 15 ton. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini memiliki nilai tambah sebagai bahan baku pupuk organik.

Sekretaris Perusahaan PLN Energi Primer Indonesia, Mamit Setiawan, mengatakan pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari upaya membangun desa yang mandiri melalui konsep ekonomi sirkular.

Berita Lainnya  Tujuh Manfaat Ekstrak Daun Pandan

“Melalui Program Desa Berdaya Energi, PLN EPI mendorong masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat praktik ekonomi sirkular yang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” kata Mamit.

Menurut dia, seluruh rantai produksi dalam program tersebut dirancang saling terhubung. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik, kemudian pupuk digunakan untuk membudidayakan tanaman multifungsi seperti Indigofera, Kaliandra, dan Jati Putih. Selanjutnya daun tanaman dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak sehingga tercipta siklus produksi yang efisien.

“Model ini mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Asem Mulya, Kalurahan Karangasem, Sunarto, mengatakan pendampingan dari PLN EPI telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan.

Berita Lainnya  Beraksi di Sejumlah Tempat, Maling Spesialis Motor Diringkus Petugas

“Sebelumnya kotoran ternak hanya dianggap sebagai limbah. Sekarang kami mampu mengolahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian dan memiliki nilai jual. Program ini membuat kami semakin memahami pentingnya memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menjaga lingkungan,” kata Sunarto.

Ia berharap pendampingan dapat terus dilakukan agar kualitas pupuk organik semakin meningkat, kapasitas produksi bertambah, serta pemasaran produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

PLN EPI pun memastikan pendampingan tidak berhenti pada tahap awal program. Perusahaan akan terus memperkuat kapasitas kelompok tani melalui pelatihan teknis, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan mutu produk agar Desa Berdaya Energi di Gunungkidul dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal bagi daerah lain di Indonesia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler