Uncategorized
TNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
Wonosari,(pidjar.com)– Program pembangunan Jembatan Garuda yang digagas TNI di Kabupaten Gunungkidul sebagian telah terselesaikan. Di tahun 2026 ini, ada sebanyak sembilan jembatan dibangun di sejumlah titik, terutama di kawasan aliran Sungai Oya, dengan tujuan memperkuat konektivitas antarwilayah desa serta mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian mengatakan, ada 9 jembatan Garuda yang dibangun oleh TNI diantaranya di Padukuhan Nglebak (Katongan, Nglipar), Dusun Pringsurat (Kedungkeris, Nglipar), dan Dusun Gatak (Gari, Wonosari), Kalitekuk dan Rejosari (Semin), Kedungpoh dan Natah (Nglipar), serta Tambakromo (Ponjong).
“Dari 9 itu saat ini ada 3 yang telah selesai 100 persen pembangunannya yakni di Padukuhan Nglebak (Katongan, Nglipar), Dusun Pringsurat (Kedungkeris, Nglipar), dan Dusun Gatak (Gari, Wonosari),” kata Dandim 0730 Gunungkidul saat dikonfirmasi, Rabu, (05/08/2026).
Sementara enam titik lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan progres bervariasi, mulai dari 6 persen hingga 49 persen.
“Terselesaikan beberapa waktu ke depan,” ucapnya.
Selain di 9 titik tersebut, Kodim juga telah memperoleh persetujuan untuk usulan tambahan pembangunan jembatan di Dusun Pugeran, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin. Kemudian beberapa titik masih dalam tahap evaluasi dan masih menunggu persetujuan.
“Harapan kami, pembangunan jembatan ini bisa menciptakan pemerataan konektivitas, mempermudah akses pendidikan, memperlancar arus ekonomi desa, dan mempercepat masyarakat menuju fasilitas kesehatan,” kata Alfian.
Menurutnya, keberadaan jembatan dapat memangkas jarak tempuh antarwilayah yang selama ini harus memutar cukup jauh, terutama ketika debit sungai meningkat.
“Dari yang sebelumnya menempuh jarak jauh jadi terpotong jarak tempuhnya lebih dekat. Prinsipnya untuk mempermudah masyarakat dalam mobilitas,” kata dia.
Sementara itu, Lurah Katongan, Jumawan mengatakan, Jembatan Garuda di wilayah ya telah selesai dibangun. Manfaat pembangunan jembatan paling dirasakan warga Dusun Nglebak, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar. Lurah Katongan Jumawan menjelaskan, jembatan tersebut menghubungkan Dusun Nglebak dengan Dusun Klayar.
Sebelum jembatan dibangun, warga mengandalkan crossway untuk menyeberangi Sungai Oya. Saat banjir datang, akses tersebut tidak bisa dilalui sehingga masyarakat harus memutar.
“Dulu kalau banjir harus muter. Jaraknya sekitar 3 kilometer, sekarang tinggal sekitar 1 kilometer,” ujar Jumawan.
Ia menyebut keberadaan jembatan membuat mobilitas warga menjadi jauh lebih efisien dan tidak lagi bergantung pada kondisi sungai.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Gari Widodo. Jembatan Garuda di wilayahnya menghubungkan Kalurahan Gari dengan Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar. Sebelumnya, masyarakat juga menggunakan crossway sebagai jalur penghubung. Ketika Sungai Oya meluap, warga harus mencari jalur alternatif melalui wilayah Nglipar.
“Kalau banjir harus muter lewat Nglipar, jaraknya bisa belasan kilometer,” kata Widodo.
Menurutnya, jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama petani yang setiap hari mengangkut hasil panen dan kebutuhan pertanian.
Dengan akses yang lebih dekat dan aman, biaya transportasi dapat ditekan dan waktu tempuh menjadi lebih singkat. Selain itu, pembangunan Jembatan Garuda dirasa memperkuat infrastruktur pedesaan di Gunungkidul.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
