Pemerintahan
Lama Rusak, Jalan Jogja-Wonosari Akhirnya Akan Segera Dapat Perbaikan Besar-besaran
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Keluhan warga Gunungkidul terkait dengan buruknya kualitas jalan di jalur Jogja – Wonosari tak lama lagi akan terjawab. Dalam waktu dekat ini, sejumlah titik akan mendapatkan proyek perbaikan dari pemerintah. Ruas jalan Jogja – Wonosari yang terletak di Kecamatan Patuk rencananya akan mendapatkan proyek perbaikan tersebut. Proses perbaikan sendiri akan dilakukan secara bertahap selama tahun 2018 ini.
Jalur Jogja – Wonosari sendiri merupakan urat nadi Kabupaten Gunungkidul. Di jalur ini menjadi pintu masuk maupun pintu keluar utama dari dan ke Kabupaten Gunungkidul. Sejak beberapa waktu terakhir, jalan berstatus nasional ini memang mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah lubang dari yang kecil hingga besar menganga dan menganggu kenyamanan berlalu lintas. Tak jarang bahkan akibat kerusakan jalan tersebut, memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pada Jumat (19/01/2018) kemarin, sejumlah pejabat dari level provinsi dan kabupaten menggelar rapat koordinasi untuk persiapan program perbaikan yang akan segera dilaksanakan tersebut di Aula Kecamatan Patuk. Hadir dalam pertemuan itu, Ditlantas Polda DIY serata Satlantas Polres Gunungkidul, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi DIY, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Gunungkidul, maupun Camat serta Kades di wilayah Patuk.
Informasi yang berhasil diperoleh pidjar-com-525357.hostingersite.com, rencananya proyek perbaikan serta pembangunan jalan tersebut akan dilaksanakan selama kurun waktu 358 hari. Adapun lokasi-lokasi yang akan mendapatkan perbaikan tersebut meliputi proyek rehabilitasi Jembatan Kali Penthung dan Bunder; serta pemeliharaan rutin jalan Jogja – Wonosari. Sejumlah titik jalan di Kecamatan Patuk yang akan mendapatkan jatah perbaikan diantaranya adalah yang pertama adalah jalur di Jembatan Kalipentung; titik kedua di Jalan Jogja-Wonosari km 23 tepatnya di depan SMK Muhammadiyah Patuk sepanjang 250 meter. Kemudian titik ketiga di kilometer 24 tepatnya di Jembatan Saradan hingga SMPN 2 Patuk sepanjang 500 meter serta titik keempat di Jalan Jogja – Wonosari kilometer 25 di area SPBU Sambipitu, Bunder sepanjang 650 meter.
Terkait dengan proyek perbaikan tersebut, Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengaku saat ini tengah mempersiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik yang dilakukan proyek perbaikan jalan. Meski begitu, untuk rencana tersebut pihaknya masih akan menunggu proses koordinasi lanjutan serta survei lapangan dengan instansi terkait.

“Rencananya sudah ada, tinggal menunggu survei lapangan saja. Termasuk juga dalam hal ini kita akan mempertimbangkan untuk meminta proses pengerjaan bisa diliburkan pada hari Sabtu dan Minggu mengingat arus lali lintas sangat padat karena banyak wisatawan yang masuk ke Gunungkidul,” beber Mega, Sabtu (20/01/2018) siang.
Pihaknya sangat mengapresiasi rencana perbaikan di Jalan Jogja – Wonosari tersebut. Menurut Mega, anggota kepolisian di lapangan selama ini banyak mendapatkan keluhan maupun laporan dari masyarakat mengenai buruknya kualitas jalan di jalur ini. Kerusakan jalan sendiri disebutnya sudah terjadi sejak rentang waktu yang cukup lama. Namun pasca terjadinya siklon Cempaka pada akhir November 2017 silam, kerusakan semakin parah dan meluas.
Ia tak menampik apabila kerusakan jalan yang terjadi tersebut selain mengganggu kenyamanan juga sangat membahayakan pengguna jalan. Ia memantau bahwa di sejumlah titik jalan rusak, terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan terutama para pengendara motor.
“Kita sangat apresiasi dengan perbaikan yang dilakukan. Ini akan sangat sejalan dengan program Satlantas Gunungkidul dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun pengguna jalan,” tutup dia.
Lebih jauh ia memaparkan, pihaknya menghimbau kepada para pelaksana proyek untuk memperhatikan arus lalu lintas saat menggelar perbaikan. Nantinya, peran operator yang melakukan proses buka tutup arus lalu lintas sangat penting. Ia meminta agar operator bisa benar-benar memperhitungkan waktu yang pas dan juga memperhatikan waktu yang pas saat memberlakukan buka tutup arus sehingga tidak memicu kemacetan panjang.
“Kita minta operator bisa rutin berkoordinasi dengan kami,” beber dia.
Sementara Kapolsek Patuk, Soemarwoto menambahkan bahwa ia sangat berharap agar pelaksana proyek bisa betul-betu serius dalam melakukan perbaikan di wilayahnya. Selama ini, jalur Patuk memang dikenal sebagai jalur yang rawan akan kecelakaan lalu lintas. Sejumlah titik di jalur Patuk juga mengalami kerusakan sangat parah. Ia mencontohkan, seperti misalnya di Slumprit bahkan banyak truk yang mengalami patah as usai melalui lubang-lubang menganga di jalanan.
“Semoga bisa dibuat sebagus dan serata mungkin supaya tidak memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas,” terang Kapolsek.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
