Pemerintahan
Antisipasi Kasus Perdagangan Orang, Pemkab Gunungkidul Perkuat Pengawasan dan Gencarkan Sosialisasi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan di wilayahnya tidak ada kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kendati demikian, upaya pencegahan tetap dilakukan baik melalui sosialisasi yang menyasar sejunlah lini ataupun memperkuat pengawasan.
Gunungkidul rentan menjadi sasaran masuknya TPPO karena menjadi pusat tujuan wisata di Yogyakarta. Selain itu adanya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang terhubung dengan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) menjadi kewaspadaan tersendiri. Maka dari itu, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah menggencarkan sosialisasi.
Beberapa materi yang diberikan berkaitan dengan TPPO dan bagaimana cara mencegah terjadinya hal tersebut. Adapun salah satu yang disasar sosialisasi adalah sekolah-sekolah, belum lama ini yakni di SMK Negeri 1 Saptosari.
“Harapan kita para siswa ini akan paham dan bisa bersikap dalam berkomunikasi, berinteraksi sehingga tidak menjadi bagian dalam human trafiking,” ucap Asti Wijayanti.
Kendati demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum ada kasus TPPO di Gunungkidul. Harapannya pun kedepannya tidak ada kasus demikian seiring dengan semakin mudahnya akses mobilitas dan majunya daerah.
“Tidak ada kasus human trafiking di Gunungkidul, namun perlu langkah antisipasi,” sambung dia.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta juga memaparkan mengenai pentingnya penguatan jajarannya untuk melakukan pengawasan. Tak hanya sekolah namun, dalam dunia kerja pun juga perlu dilakukan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya perdagangan orang.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Saptosari, Retno Wahyuningsih mengatakan, sosialisasi semacam ini penting dilakukan karena memberikan pemahaman dan pengetahuan agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal. Menurutnya, para siswa di sekolah tersebut sering berinteraksi dengan banyak orang, sehingga perlu bekal pengetahuan mengenai tindak kejahatan yang dapat terjadi kapanpun, dimanapun, dan bagaimana modusnya.
“Sosialisasi semacam ini memang penting, semakin membuka wawasan para pelajar bahwa di luar sana ada banyak macam kejahatan yang dapat terjadi kesiapapun,” ucap dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
