Connect with us

Uncategorized

Angka Gangguan Kesehatan Mental Hingga Bunuh Diri di Gunungkidul Tinggi, Kemenko PMK Siapkan Penanganan Terpadu

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Persoalan kesehatan mental di Kabupaten Gunungkidul kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Tingginya angka kasus bunuh diri serta masih banyaknya warga dengan gangguan kejiwaan mendorong Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) turun langsung melakukan pemetaan persoalan sekaligus menyusun langkah penanganan bersama pemerintah daerah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dalam kurun lima hingga enam tahun terakhir, angka bunuh diri di Gunungkidul tercatat mencapai 171 kasus, dengan rata-rata 27 sampai 30 kejadian setiap tahun. Di tahun 2026 ini, terhitung sejak Januari sampai dengan Mei, kasus bunuh diri tercatat sebanyak 12 kejadian. Dengan berbagai faktor penyebab para warga melakukan aksi bunuh diri.

Berita Lainnya  Cetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat

Kemudian untuk kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ada sebanyak 1.847 orang. Dari jumlah tersebut, masih ditemukan 12 kasus pasung yang membutuhkan penanganan komprehensif dari berbagai pihak.

“Kondisi di Gunungkidul demikian, permasalahan gangguan kesehatan mental dan bunuh diri masih banyak ditemukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Ismono, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu hambatan utama dalam pelayanan kesehatan jiwa. Hingga saat ini, fasilitas kesehatan tingkat pertama di Gunungkidul masih minim tenaga psikolog klinis, sementara dokter spesialis kejiwaan yang tersedia hanya empat orang untuk melayani seluruh wilayah kabupaten.

“Untuk penanganan sudah dilakukan, namun memang masih ada keterbatasan yang dihadapi,” tambah dia.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, mengatakan, tim gugus tugas dari Kemenko PMK telah berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul dan akademisi dalam permasalahan kesehatan mental hingga permasalahan bunuh diri yang tergolong tinggi setiap tahunnya.

Berita Lainnya  Gandeng DPP APINDO, SMKN 3 Yogyakarta Gelar Program Pengusaha Mengajar

“Dalam penanganannya memang membutuhkan skema koordinasi lintss sektoral. Kita lihat dulu kondisi di lapangan bagaimana kemudian kita rumuskan action yang akan dilakukan kedepan,” ucap dia.

Dengan kondisi demikian, menurutnya Gunungkidul akan dipersiapkan menjadi daerah percontohan dalam penanganan persoalan kesehatan mental dan penguatan layanan kesehatan masyarakat berbasis kolaborasi.

Selain persoalan kesehatan jiwa, tim Kemenko PMK juga menyoroti sejumlah persoalan layanan kesehatan lainnya, mulai dari antrean pasien cuci darah di rumah sakit daerah, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, hingga kebutuhan obat-obatan khusus bagi pasien gangguan jiwa agar tidak mengalami kekambuhan.

“Ketersediaan sarana prasarana, tenaga medis menjadi salah satu hal yang penting dalam penanganan bersama ini,” tandasnya.

Sejak Senin, 4 Mei 2026 kemarin tim Kemenko PMK melakukan koordinasi dan peninjauan di sejumlah lokasi untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi daerah yang sesungguhnya.

Berita Lainnya  Gelombang Laut Selatan Diprediksi Capai 4 Meter, Wisatawan dan Nelayan Gunungkidul Diminta Waspada

Bukan hanya berfokus pada kesehatan mental dan layanan kesehatan saja, namun tim bersama jajaran Bupati Gunungkidul juga mrlakukan peninjauan di sekolah-sekolah di Gunungkidul yang mengalami kerusakan untuk dirumuskan revitalisasinya, serta diskusi mengenai pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler