Uncategorized
Belum Setahun, Sampah Pantai Sudah Lebih dari Separuh Total 2025
Wonosari, (pidjar.com)– Sampah dari kawasan pantai di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang masuk ke TPAS Wukirsari terus bertambah. Dalam enam bulan pertama 2026, volumenya telah mencapai 369,79 ton atau sekitar 58 persen dari total sampah pantai yang masuk sepanjang 2025.
Kepala UPT TPAS Wukirsari, Heri Kiswantoro, mengatakan sepanjang Januari-Juni 2026 rata-rata sampah pantai yang masuk ke TPAS mencapai 2,05 ton per hari.
“Kondisi tersebut menjadi bagian dari meningkatnya beban sampah yang harus ditangani TPAS Wukirsari,” kata Heri, Selasa (18/8/2026).
Sebagai pembanding, sepanjang 2025 sampah dari kawasan pantai yang masuk ke TPAS Wukirsari tercatat sebanyak 638,63 ton, dengan rata-rata 1,77 ton per hari.
Artinya, hanya dalam enam bulan, sampah pantai yang telah masuk ke TPAS Wukirsari sudah mencapai lebih dari separuh total sepanjang tahun sebelumnya.

Tren peningkatan juga terlihat jika dibandingkan dengan 2024. Saat itu, sampah pantai yang diterima TPAS Wukirsari mencapai 567,45 ton, dengan rata-rata 1,58 ton per hari.
Jika melihat rata-rata harian, volume sampah pantai pada Januari-Juni 2026 meningkat hampir 30 persen dibandingkan 2024.
Tak hanya sampah dari kawasan pantai, volume sampah secara keseluruhan yang masuk ke TPAS Wukirsari juga mengalami peningkatan.
Pada 2024, total sampah yang diterima TPAS mencapai 16.357,68 ton atau rata-rata 45,44 ton per hari. Jumlah itu naik menjadi 18.225,47 ton pada 2025 dengan rata-rata 50,63 ton per hari.
Sementara hingga Juni 2026, total sampah yang masuk telah mencapai 9.270,94 ton. Rata-rata sampah yang diterima mencapai 51,51 ton per hari, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian pada 2025.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan peningkatan timbulan sampah tidak hanya berasal dari aktivitas rumah tangga. Aktivitas usaha, UMKM, hingga sektor pariwisata juga turut menyumbang sampah.
Karena itu, menurutnya, pengurangan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya sehingga tidak seluruh timbulan sampah berakhir di TPAS.
Upaya tersebut salah satunya dimasukkan dalam pembahasan Raperda Pengelolaan Sampah. Salah satu ketentuan yang tengah didorong yakni sampah organik tidak diperbolehkan masuk ke TPAS.
“Kita usahakan salah satunya melalui payung hukum Raperda itu,” kata Endang.
Dengan volume sampah yang terus meningkat, pengurangan sampah dari sumber dinilai menjadi penting untuk menekan beban TPAS Wukirsari. Terlebih, sampah dari kawasan pantai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
