Uncategorized
Dinsos PPPA Gunungkidul Catat 95 Aduan Kekerasan Perempuan dan Anak, Edukasi Pencegahan Digencarkan
Wonosari,(pidjar.com)– Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Gunungkidul. Hingga akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 95 pengaduan kasus kekerasan yang masuk ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Gunungkidul. Untuk itu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul menggencarkan Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak menyasar ke sekolah serta kelompok tertentu.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, Diana Esti Lestari mengatakan, banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi keprihatinan tersendiri. Hingga akhir Juli tercatat ada 95 aduan yang masuk ke pemerintah.
Dari jumlah tersebut, kasus yang ditemukan didominasi kekerasan psikis terhadap anak laki-laki, kekerasan seksual terhadap anak perempuan, serta kekerasan fisik terhadap perempuan dewasa.
“Pengaduan kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Diana, Selasa, (18/08/2026) saat kampanye di MTs N 3 Wonosari juga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya hal ini tidak selalu dapat dimaknai sebagai semakin buruknya kondisi kekerasan di masyarakat. Peningkatan tersebut juga menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berani melaporkan kekerasan yang dialami maupun yang terjadi di lingkungan sekitar.


“Peningkatan pelaporan ini bisa jadi karena masyarakat semakin sadar dan berani melaporkan kasus kekerasan,” imbuhnya.
Selain kekerasan yang terjadi secara langsung, Dinsos P3A juga menemukan persoalan kekerasan yang terjadi di ruang digital. Perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin dekat dengan gadget dan media sosial. Menurutnya, intensitas komunikasi anak di dunia maya bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan yang diketahui oleh orang tua. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena aktivitas anak di media sosial tidak selalu mudah diawasi.
“Jenis kasus kekerasan sendiri tidak hanya verbal namun melalui banyak hal. Saat ini pada ruang digital pun juga bisa terjadi. Untuk itu, pencegahannya bukan sebatas pengawasan terhadap penggunaan gadget tapi orang tua juga perlu membangun pola pengasuhan positif yang mengedepankan kasih sayang, menumbuhkan rasa percaya diri dan mengajarkan tanggung jawab,” jelas dia.
Lebih lanjut dijelaskan, kasus kekerasan perempuan dan anak dinilai seperti gunung es karena kasus yang terlihat dan dilaporkan diperkirakan hanya sebagian dari persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Edukasi kepada keluarga, sekolah dan masyarakat dinilai penting untuk mendorong keberanian korban maupun keluarga untuk berbicara dan melaporkan kasus kekerasan.
Keberanian untuk melapor diharapkan dapat membuat kasus kekerasan ditangani sesuai ketentuan, sekaligus memastikan korban memperoleh hak atas perlindungan hukum dan keadilan.
Melalui kegiatan tersebut, Dinsos P3A Gunungkidul berharap semakin banyak orang tua dan guru memahami pola pengasuhan yang tepat, mampu mengenali potensi kekerasan sejak dini, serta dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
“Kegiatan seperti ini ke depan akan rutin diselenggarakan dengan menyasar sekolah-sekolah serta berbagai forum tertentu untuk menumbuhkan keberanian, kesadaran melawan praktik kekerasan verbal dan non verbal serta terwujudnya Kabupaten Gunungkidul yang semakin ramah dan aman bagi perempuan dan anak,” tutup dia.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
