Uncategorized
Fenomena Kenakalan Remaja Yang Sudah Keterlaluan, Dari Balap Liar Hingga Kejahatan Jalanan
Wonosari,(pidjar.com)–Fenomena kenakalan remaja di Kabupaten Gunungkidul menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Tidak lagi sebatas pelanggaran tata tertib sekolah, perilaku menyimpang yang melibatkan remaja kini mulai berkembang hingga tindak pidana. Kenakalan remaja yang menjadi prioritas perhatian dan pengawasan dari kepolisian sendiri diantaranya adalah balap liar, konsumsi minuman keras, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hingga kejahatan jalanan.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto mengatakan, berdasarkan pemetaan kerawanan yang dilakukan Polres Gunungkidul, sejumlah bentuk kenakalan remaja masih menjadi ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Adapun jenis kenakalan remaja yang banyak ditemukan di wilayah Gunungkidul diantaranya adalah balap liar. Kegiatan ilegal dan berbahaya ini menjadi salah satu aktivitas yang paling sering ditemukan, terutama di ruas jalan yang lurus dan relatif sepi.
“Lokasi yang kerap digunakan antara lain kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Saptosari, Rongkop, Gedangsari, Bedoyo, hingga beberapa jalur perkotaan di Wonosari. Aktivitas ini biasanya meningkat saat bulan Ramadan, namun pada masa libur panjang sekolah juga berpotensi kembali terjadi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gunungkidul.
Selain balap liar, konsumsi minuman keras juga masih menjadi persoalan yang sering ditemukan dan menjadi pemicu berbagai gangguan kamtibmas, mulai dari perkelahian, kecelakaan lalu lintas, hingga tindak kriminal lainnya. Tak hanya itu, polisi juga mencatat bahwa ada sejumlah pelajar yang juga terlibat dalam penggunaan obat-obatan terlarang, khususnya pil koplo.

Polres Gunungkidul juga mencatat masih tingginya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kalangan remaja, seperti penggunaan knalpot tidak standar, kendaraan tanpa kelengkapan, konvoi liar, serta perilaku berkendara yang membahayakan pengguna jalan lain.
Di sisi lain, aparat keamanan mewaspadai munculnya kejahatan jalanan yang melibatkan kelompok remaja. Meski kasus serupa lebih banyak ditemukan di wilayah DIY, Gunungkidul juga sempat menangani kasus kejahatan jalanan sekitar dua bulan lalu. Dalam kasus tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 15 remaja beserta tiga senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan.
“Kasus kejahatan jalanan perlu diantisipasi secara serius karena mobilitas masyarakat di Gunungkidul semakin tinggi,” kata Tri Hartanto.
Ancaman lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkotika.
Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul AKP Larso, mengatakan kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika masih ditemukan di wilayah Gunungkidul, dengan mayoritas pelaku berusia sekitar 20 tahun.
“Terhitung dari Januari sampai dengan Juni 2026 ini ada 24 kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan yang berhasil diungkap. Ada 24 orang yang juga kami amankan,” tandasnya.
Untuk menekan berbagai bentuk kenakalan remaja tersebut, Polres Gunungkidul terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui kegiatan preemtif dan preventif. Upaya preemtif dilakukan melalui program pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar dan remaja melalui kegiatan Police Goes to School.
Selain itu, kepolisian menggalakkan Gerakan Ibu Memanggil, yakni mengajak orang tua untuk aktif mengawasi anak-anaknya, terutama apabila belum pulang hingga pukul 22.00 WIB. Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui patroli skala besar bersama unsur lintas sektoral, pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada malam hingga dini hari, operasi minuman keras, serta penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran dan tindak pidana.
“Kami juga menggandeng sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga rehabilitasi dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda sekaligus mencegah munculnya korban baru akibat penyalahgunaan narkotika dan menjaga kondisi keamanan dan ketentraman daerah,” tandasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized3 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
