Info Ringan
Melewatkan Malam Pergantian Tahun Sembari Wayangan di Joglo Bakmi Jawa Mijahan
Semanu, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Satu lagi hiburan dalam rangka peringatan malam tahun baru 2019 bakal memberi tontonan sekaligus tuntunan gratis bagi masyarakat Gunungkidul. Sebanyak 5 orang dalang cilik akan berkolaborasi mementaskan pagelaran wayang kulit dengan mengambil lakon Bimo Bothok di Joglo Bakmi Jawa, Mijahan, Semanu. Hal ini tentunya bisa menjadi pilihan bagi para pecinta budaya Jawa yang ingin mengisi perayaan malam pergantian tahun.
Salah seorang panitia penyelenggara, Daru Dananjaya dalam keterangannya menyatakan, pagelaran wayang kulit ini sengaja dipilih untuk memberikan ruang kepada para dalang cilik yang sudah lama melatih diri dalam jagad pewayangan. Selain itu juga, pihaknya ingin memberikan pilihan kepada masyarakat, terutama untuk para pecinta wayang kulit, agar bisa memiliki hiburan ketika perayaan tahun baru.
“Kuncoro haruming bangsa dumunung haneng luhuring budaya, di mana terkenal harum mewangi nama bangsa ini ada pada bagaimana cara kita melestarikan budaya. Nah para dalang cilik ini wajib kita apresiasi kemampuannya dalam melestarikan budaya dengan mendalang. Maka kita berikan ruang agar bakat, mental dan kemampuannya mendalang kian terasah dengan tampil kepada khalayak ramai,” katanya, Sabtu (29/12/2018) siang.

Adapun kelima dalang cilik yang bakal mentas tersebut adalah Rainnori Gandi, Ikhsan Kurniawan, Erlangga Bertrant Pashandaru, Alif Nur Azis serta Kenzi Wardani. Mereka bakal secara bergantian mementaskan lakon Bimo Bothok sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai. Lakon Bimo Bothok mengisahkan tentang Raden Bimasena yang menyelamatkan Buyut Ijrapa yang tinggal di Desa Pasugihan dari kekejaman Prabu Bakah.

“Prabu Bakah adalah seorang raksasa yang menjadi raja di Kerajaan Eracakra. Sebagai raja raksasa dia berbuat lalim dengan kegemarannya menyantap daging manusia. Untuk memenuhi hoby menyimpang itu Prabu Bakah selalu mengambil korban jiwa rakyatnya sendiri,” imbuh Benyamin Sudarmadi, pemilik Joglo Bakmi Jawa.
Dipaparkan Benyamin, Buyut Ijrapa sangat berduka lantaran rakyatnya satu demi satu tewas menjadi santapan Prabu Bakah yang lalim. Pada saat itu muncullah sosok Raden Bimasena atau yang lebih terkenal sebagai Raden Werkudara ke hadapan Buyut Ijrapa, Dengan sukarela dia menyodorkan diri menjadi tumbal bagi Prabu Bakah.
Meski awalnya Buyut Ijrapa menentang keras niat Raden Bimasena yang hendak menyediakan diri sebagai tumbal Prabu Bakah, namun Raden Bima mampu meyakinkan Buyut Ijrapa bahwa dirinya sanggup melawan Prabu Bakah. Akhir cerita Raden Bimasena dipersembahkan Resi Ijrapa ke hadapan Prabu Bakah. Dengan kesaktian yang dimilikinya ditopang senjata Kuku Pancanaka, Raden Bimasena berhasil menewaskan Prabu Bakah. Semenjak tewasnya Prabu Bakah, dunia pun kembali aman tenteram dan damai.
Secara terbuka Benyamin mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi budaya Jawa yang kian hari semakin terkikis dengan masuknya budaya mancanegara yang kadang tidak sesuai dengan adat budaya Nusantara yang ketimuran. Maka moment peringatan malam tahun baru 2019 dipilih Caleg DPR RI Partai Nasdem nomor urut 8 dari Dapil DIY ini untuk upaya pelestarian budaya.
“Kiranya Bimo Bothok sangat tepat dipentaskan untuk memberikan pencerahan kepada kita semua. Dimana pagelaran wayang kulit adalah upaya pelestarian budaya Jawa yang adi luhur,” ucap dia.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
