Pariwisata
Lunturnya Kebersamaan Disebut Sebagai Pemicu Naiknya Angka Bunuh Diri di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hingga pertengahan Maret 2021 sudah ada 13 kasus bunuh diri di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut 12 korban memilih bunuh diri dengan cara gantung diri, sementara satu lainnya dengan menenggak racun.
Data dari organisasi yang konsen terhadap pencegahan kasus bunuh diri, Inti Mata Jiwa (Imaji) menyebutkan dari lima tahun terakhir sejak tahun 2015 angka bunuh diri di Gunungkidul cukup fluktuatif. Misalnya saja di tahun 2015 terdapat 33 korban, tahun 2016 terdapat 33 korban, tahun 2017 ada 34 korban, tahun 2018 terdapat 33 korban, tahun 2019 terdapat 33 korban dan terjadi penurunan pada tahun 2020 dimana angka korban bunuh diri turun menjadi 29 korban.
Namun, patut menjadi keprihatinan bagi seluruh pemangku kepentingan di Gunungkidul yang mana angka kenaikan di tahun 2021 ini cukup signifikan. Menengok pada bulan yang sama yakni Maret 2020 lalu hanya ada 9 kasus bunuh diri, sedangkan saat ini terdapat 13 kasus.
Salah satu pegiat Imaji, Wage Dhaksinarga menyebut, penurunan pada awal pandemi dikarenakan masyarakat cukup fokus pada penyesuaian diri pada covid19. Mereka masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan untuk bersama melawan covid19.
Namun demikian, setelah masa adaptasi kebiasaan baru, khususnya di awal 2021 ini, sebagian masyarakat sudah kembali pada keadaan semula. Dimana nilai-nilai kebersamaan sudah sangat minim.

“Itu yang membuat korban bunuh diri terus bertambah mereka merasa sendiri,” kata Wage, Rabu (17/03/2021).
Wage menambahkan, bahkan, pada program layanan hotline Imaji sendiri menunjukkan penambahan client yang hampir saja bunuh diri dengan berbagai macam masalah sosial ekonomi. Padahal di awal pandemi dulu, Wage menyebut tidak ada yang telpon untuk konsultasi.
“Sekarang cukup signifikan satu sampai dua orang. Jika dulunya kebanyakan orang luar Gunungkidul sekarang sudah ada beberapa orang sini, tapi kami cukup apresiasi ketika ada yang depresi dan menghubungi kami,” papar Wage.
Wage menyebut, selain datang ke psikiater, seseorang jika merasa depresi lebih baik bercerita berkaitan dengan beban yang dialaminya dengan seseorang yang dianggap bijak. Kemudian ia meminta masyarakat lebih peka dengan lingkungan sekitar.
“Sehingga komunikasi yang terjalin oleh lingkungan paling kecil keluarga bisa terjalin dengan baik, dan keberadaan hasrat untuk mengakhiri hidup bisa pergi,” jelasnya.
Sebab, jika hal-hal yang kecil tidak dilakukan bersama, dari angka fenomena bunuh diri yang sudah terjadi hingga Maret ini sudah menunjukkan peningkatan. Imaji sendiri sejauh ini juga sudah menyiapkan sejumlah program. Misalnya saja kami akan melakukan sosialisasi di sejumlah titik, agar masyarakat sadar bahwa sakit itu tak hanya pada fisik, pun dengan mental.
” Jika merasa mentalnya sakit segera harus berbagi beban kepada yang paling bijak jangan sampai ledakan kejadian yang pernah terjadi di 2017 dimana 39 nyawa hilang akibat bunuh diri kembali terjadi,” tandas Wage.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
