Sosial
Ramai-ramai Tuntut Pertanggungjawaban PLN Atas Insiden Kematian Sukidi
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tewasnya Sukidi (45) warga Banjaran, Karangasem, Paliyan, Jumat (21/02/2020) lalu di ruas jalan Trowono-Ngrenehan menuai perhatian banyak pihak. Sukidi sendiri memang ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Sekujur tubuhnya melepuh akibat terbakar bersama dengan sepeda motor. Bahkan hingga pagi hari, asap masih terus keluar dari tubuh pria malang ini akibat nyala api. Yang memprihatinkan sendiri, Sukidi harus meregang nyawa lantaran diduga tersengat kabel listrik bertegangan tinggi yang putus dan menjuntai di jalanan.
Atas kejadian yang sampai merenggut korban jiwa ini, Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Saktyarini Hastuti menyayangkan kelalaian dari PLN Rayon Wonosari. Kecerobohan dalam hal pengawasan dan pembenahan ini berakibat sangat fatal dengan sampai meminta korban jiwa.
“Harusnya mereka memastikan semua jaringan kabel miliknya tidak sampai membahayakan konsumen serta masyarakat umum. Ini kejadian fatal, sampai ada korban yang bahkan sampai hangus,” beber wanita yang akrab dipanggil Tuti ini, Senin (24/02/2020).
Dengan tegas, Tuti meminta PLN harus bertanggungjawab sepenuhnya. Investigasi internal atas kejadian ini harus segera dilakukan untuk mengetahui siapa yang paling bertanggungjawab atas insiden. Ia juga berharap agar kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran PLN. Sehingga nantinya kejadian serupa tidak terulang lagi.
“PLN harus bertanggung jawab penuh atas insiden ini,” imbuhnya.

Senada dengan LKY, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengaku sangat prihatin dengan insiden ini. Menurutnya, PLN Wonosari ia sebut sangat lalai dalam mengatasi persoalan yang sebenarnya cukup banyak terjadi ini. Ia sering mendapatkan laporan perihal adanya kabel listrik PLN yang menjuntai ke bawah sehingga membahayakan masyarakat. Namun kemudian, keluhan ini memang tidak langsung direspon dengan cepat dan tepat.
Seperti dalam kejadian tersengatnya Sukidi ini, jika sebelumnya personel PLN mampu bekerja dengan cepat dan tepat, insiden memilukan ini pasti tak terjadi. Heri sendiri menyebut bahwa harus ada sanksi yang diberikan kepada semua yang dianggap bersalah atas kejadian ini.
“Harus bertanggung jawab dan ini harus jadi kejadian terakhir,” tegas Heri.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta, Eric Rossi Priyo Nugroho memaparkan, pihaknya sedang melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden tersebut. Eric juga meminta masyarakat apabila menemukan kabel PLN yang membahayakan segera melakukan laporan.
“Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam – dalamnya kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
