fbpx
Connect with us

Sosial

Gelar Aksi Sosial, Purna Paskibraka 1999 Salurkan Air Bersih di Dua Wilayah Kekeringan

Diterbitkan

pada tanggal

Panggang,(pidjar.com)–Purna Paskibraka Gunungkidul tahun 1999 (PPI99) mengadakan kegiatan bakti sosial di dua wilayah yang saat ini mengalami krisis air bersih akibat kekeringan. Dua wilayah tersebut yakni Padukuhan Krambil, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang dan di Padukuhan Piji, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Sabtu (05/10/2019).

Koordinator aksi, Ibnu Ali Puji mengatakan, dalam aksi sosial kali ini pihaknya memilih untuk dropping air. Dipilihnya dua wilayah tersebut dilandasi survei yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kita pilih di dua wilayah itu karena disitu masih minim aksi dropping. Terutama untuk Mertelu yang medannya cukup sulit,” terang Ibnu, Sabtu siang.

Ia menambahkan, dalam aksi kali ini pihaknya mengirimkan belasan tangki air kepada masyarakat di dua wilayah itu. Adapun rinciannya, 5 tangki di wilayah Mertelu dan 10 tangki di wilayah Panggang.

Berita Lainnya  Danu, Atlet Asal Semanu Yang Menjadi Wakil Indonesia di Ajang Asian Para Games 2018

“Kita menggalang dana iuran PPI99 yang akhirnya kami belikan air untuk dibagikan kepada warga,” ucapnya.

Ia membeberkan alasan dropping air ini didasari adanya kemarau panjang di wilayah Gunungkidul yang menyebabkan masyarakat kesulitan air bersih. Tidak menutup kemungkinan aksi serupa masih akan terus dilakukan jika nantinya kekeringan masih terus terjadi.

“Meski tidak di semua wilayah namun kita harapkan bantuan air bersih ini dapat membantu pemerintah karena anggaran yang dimiliki telah menipis,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, ketiga kecamatan tersebut adalah Purwosari Tanjungsari, dan Patuk. Untuk Purwosari saat ini memang sudah benar-benar habis sedangkan, sedangkan untuk Tanjungsari sekarang hanya tinggal 25 tangki.

Berita Lainnya  Depresi Akibat Sakit dan Ditinggal Istri Meninggal Dunia, Wagiman Gantung Diri

“Kabarnya Patuk juga hampir habis anggarannya, sedangkan untuk Kecamatan lain diperkirakan anggaran habis pada pertengahan bulan Oktober,” kata dia.

Dirinya menambahkan, jika nantinya ada pihak ketiga yang ingin menyalurkan bantuan dihimbau untuk memberikannya ke Kecamatan. Hal tersebut lantaran untuk BPBD sendiri saat ini kekurangan armada.

“Kalau harus melalui BPBD kami memiliki keterbatasan armada, karena kami hanya memiliki 5 armada truk tangki sehingga sangat terbatas untuk menyalurkan bantuan air bersih, nanti kami yang mengarahkan ke lokasi mananya,” paparnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler