Pariwisata
Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas
Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen libur akhir pekan maupun libur panjang, daerah ini selalu diserbu oleh puluhan ribu hingga ratusan ribu wisatawan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah serta pihak-pihak terkait lainnya sebagai upaya pemberian pelayanan yang optimal. Hal semacam ini menjadi sangat penting lantaran menjual citra adalah hal yang mutlak dalam dunia pariwisata.
Meski demikian, dalam prakteknya, dunia pariwisata Gunungkidul tak luput dari adanya sejumlah hal yang membuat kenyamanan wisatawan terganggu.
Seperti halnya yang belakangan ramai di media sosial yakni tentang unggahan di grup Facebook yang memicu perdebatan. Serombongan pengunjung dalam postingannya tersebut mengaku sudah memilih tempat kosong untuk duduk dengan menggelar tikar yang dibawa sendiri dari rumah. Namun kemudian, ia tetap diminta membayar oleh penyedia jasa sewa tikar setempat karena dianggap menggunakan area di Pantai Krakal yang dianggap wilayahnya.
Menyikapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, atas keluhan wisatawan tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan penyedia jasa tersebut dan pihak Pokdarwis Pantai Krakal serta Kalurahan setempat.
Adapun edukasi mengenai pelayanan dan kenyamanan telah disampaikan kepada yang bersangkutan. Pembinaan pun juga dilakukan bersama Lurah Ngestirejo, Tanjungsari sebagai upaya pencegahan kejadian serupa.

“Kejadiannya benar ada dan terjadi sekitar satu minggu yang lalu. Sudah ada pertemuan dan pembinaan dulu yang dilakukan bersama Lurah Ngestirejo,” ucap Eko Nur Cahyo.
Disinggung mengenai sanksi yang diterapkan, Eko menjelaskan sanksi tegas akan dijatuhkan kepada penyedia jasa maupun pelaku wisata jika memang mereka sudah tidak bisa dibina.
“Alurnya nanti Pokdarwis dulu prosesnya,” sambungnya.
Dengan insiden ini, dinas akan semakin mengintensifkan pembinaan kepada Pokdarwis dan kelompok kerja (Pokja) untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga akan membuat Surat Edaran mengenai tempat-tempat publik tidak boleh ada kapling-kapling yang tidak sesuai ketentuan.
“Untuk sekarang ini SE sedang dikaji,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada momen liburan kemarin ada beberapa keluhan yang memang disampaikan oleh wisatawan. Diantaranya mengenai akses jalan masuk ke obyek yang rusak dan kepadatan arus lintas yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, ada keluhan juga terkait pelayanan dari pelaku jasa usaha wisata yang kurang memuaskan. Hingga pungutan ganda retribusi di Bantil bagi wisatawan yang hendak ke Gunungkidul melewati kawasan Parangtritis.
“Untuk keluhan-keluhan ini kami tampung sebagai bahan evaluasi yang kemudian nantinya akan dicari solusinya. Seperti yang pungutan retribusi ganda kemarin, kami koordinasi dengan Dispar Bantul dan Pemda DIY agar tidak ada lagi pungutan ganda dan solusi lainnya,” terang Eko.
Momen libur lebaran kemarin, Gunungkidul dibanjiri oleh wisatawan dari berbagai daerah. Tercatat terhitung dari 20 Maret sampai 29 Maret ada 421.000 wisatawan berkunjung ke obyek wisata Bumi Handayani.
Kemudian di momen long weekend April ini, di hari Jumat, 3 April 2026 tercatat ada 23.567 wisatawan masuk dengan PAD Rp. 287. 222.800. Kunjungan wisatawan ini diprediksi masih akan tetap tinggi di hari Sabtu dan Minggu, 5 April 2026 besok.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial5 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized4 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Uncategorized7 hari yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Uncategorized1 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
