Connect with us

Pemerintahan

Lurah Kepek Bantah Rencana Penggusuran Pasar Pring, Ini Pernyataan Lengkapnya

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Polemik masa depan Pasar Unggas Kepek atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Pring kian memanas. Di tengah keresahan pedagang akibat rencana pembongkaran pasar, Pemerintah Kalurahan Kepek secara tegas membantah adanya rencana relokasi pedagang ke Pasar Hewan Siyono sebagaimana yang sebelumnya disampaikan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul. Pemkal Kepek menegaskan bahwa Pasar Pring akan tetap beroperasi seperti biasa dan tidak ada penggusuran.

Lurah Kepek, Bambang Setiawan, bahkan menyebut informasi relokasi yang disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Pasar Pring ini berdiri di atas tanah milik Pemerintah Kalurahan Kepek. Jadi tidak benar kalau pasar dan pedagangnya akan dipindahkan ke Siyono,” tegas Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi bantahan langsung terhadap informasi yang berkembang dalam pertemuan Paguyuban Pedagang Unggas Pasar Kepek sehari sebelumnya. Saat itu, para pedagang mengaku cemas setelah mendengar pasar akan dibongkar untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih dan aktivitas perdagangan dipindahkan ke Siyono.

Berita Lainnya  12 Desa Ini Bakal Dapat Dana Puluhan Juta Untuk Padat Karya

Menurut Bambang, berakhirnya kerja sama pengelolaan pasar dengan Dinas Perdagangan tidak bisa diartikan sebagai penghapusan atau pemindahan Pasar Pring. Ia menegaskan keputusan tidak memperpanjang kontrak justru merupakan langkah Kalurahan Kepek untuk mengambil alih pengelolaan pasar melalui BumKal Mandiri Kepek.

“Memang kontraknya tidak diperpanjang. Tetapi tujuannya agar BumKal Kepek bisa mengelola sendiri pasar ini, bukan untuk memindahkan pedagang,” ujarnya.

Bambang menilai, Pasar Pring merupakan aset ekonomi masyarakat yang telah hidup puluhan tahun dan memiliki jaringan pelanggan yang sudah terbentuk. Karena itu, menurutnya, relokasi pasar bukanlah pilihan yang masuk akal.

“Pasar ini sudah menjadi sumber penghidupan masyarakat sejak lama. Tidak mungkin pedagang dipindah begitu saja,” katanya.

Ia juga membantah anggapan bahwa pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih akan menggusur area pasar. Menurutnya, lokasi gedung direncanakan berada di sisi utara kawasan pasar sehingga tidak mengganggu aktivitas perdagangan unggas.

Berita Lainnya  Covid19 Varian Delta Telah Ditemukan di Gunungkidul

“Kalau tanah kas kalurahan digunakan untuk pembangunan koperasi, lokasinya di sebelah utara pasar dan tidak mengganggu Pasar Pring,” jelasnya.

Lebih jauh, Bambang mengungkapkan bahwa upaya mengembalikan pengelolaan Pasar Pring kepada Kalurahan Kepek sebenarnya telah diperjuangkan sejak era Bupati Gunungkidul Sunaryanta. Bahkan, menurutnya, langkah tersebut pernah mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun DPRD Gunungkidul.

Dengan nada tegas, Bambang memastikan tidak ada rencana memindahkan pedagang ke luar wilayah Kepek.

“Intinya Pasar Pring tetap di sini. Pedagang dan lapaknya tetap di sini. Bahkan kalau ada yang mau memindahkan pasar, akan saya cegah,” tandasnya.

Pernyataan tersebut disambut lega oleh para pedagang yang sebelumnya dihantui kekhawatiran kehilangan pelanggan apabila dipindahkan ke Siyono. Salah satu pedagang, Margiyanto, mengaku sempat resah setelah mendengar kabar relokasi

Berita Lainnya  Kekeringan Meluas di Kawasan Pesisir, Sejumlah Desa Sudah Mulai Ajukan Dropping Air Dari Pemerintah

“Kemarin kami khawatir karena disampaikan akan pindah ke Siyono. Kalau tetap di sini tentu lebih baik karena pelanggan sudah terbentuk sejak lama,” ujarnya.

Perbedaan pernyataan antara Dinas Perdagangan dan Pemerintah Kalurahan Kepek kini memunculkan tanda tanya besar di kalangan pedagang. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar tidak terjadi kebingungan terkait nasib Pasar Pring yang selama ini menjadi pusat perdagangan unggas terbesar di wilayah Wonosari.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler