Pemerintahan
Meski Tipis, Pemkab Gunungkidul Klaim Angka Pengangguran Terbuka Turun
Wonosari,(pidjar.com)– Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gunungkidul pada 2025 diklaim mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski penurunan sendiri memang tipis, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya untuk menangani permasalahan pengangguran terbuka dengan berbagai program baik pelatihan maupun melalui padat karya yang menyerap tenaga kerja.
Sekretaris Bapperida Gunungkidul, Sugeng Prihartanto, mengatakan angka pengangguran terbuka pada 2025 tercatat sebesar 2,15 persen atau sekitar 10.189 orang dari total penduduk usia kerja sebanyak 614.892 orang. Angka tersebut turun 0,01 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2,16 persen atau 10.176 orang. Sebelumnya, pada 2023 tingkat pengangguran terbuka berada di angka 2,09 persen atau sebanyak 9.790 orang.
Kenaikan yang terjadi pada 2024, menurut Sugeng dipengaruhi bertambahnya jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang masuk dalam kelompok angkatan kerja.
“Dengan masih banyaknya pengangguran terbuka di Gunungkidul, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah terus diarahkan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi angka pengangguran,” kata Sugeng.
Untuk menurunkan jumlah pengangguran, Pemkab Gunungkidul menerapkan berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja. Di antaranya melalui pelatihan kerja bagi pencari kerja di Balai Latihan Kerja (BLK), kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta penyelenggaraan job fair yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru melalui pelatihan kewirausahaan, pelatihan digital marketing, hingga pelatihan ekspor. Menurut Sugeng, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia usaha saat ini.
“Lintas sektoral juga dilibatkan dalam upaya peningkatan keterampilan masyarakat. Mulai dari pelatihan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, pelatihan pengolahan pangan, hingga pelatihan pengolahan hasil perikanan,” kata dia.
Di sisi lain, Pemkab Gunungkidul juga terus mendorong sektor investasi agar dapat menambah lapangan pekerjaan. Adapun saat ini, pemerintah tengah menyiapkan program Investment Project Ready to Offer (IPRO) atau Proyek Investasi Siap Jual.
“Program ini bertujuan menawarkan peluang investasi yang telah disiapkan kepada calon investor guna mempercepat masuknya modal dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan, berdasarkan analisis Bapperida bersama Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat dengan jumlah tenaga kerja mencapai 148.160 orang pada 2025. Adapun sektor jasa menyerap sekitar 162.382 tenaga kerja.
Kemudian sektor manufaktur juga menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan. Pada 2025, sektor tersebut mampu menyerap 152.706 tenaga kerja, meningkat tajam dibandingkan 92.437 orang pada 2023.
Selanjutnya sektor jasa (perdagangan besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estat, Jasa Perusahaan, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, serta Jasa Lainnya) juga banyak menyerap tenaga kerja. Di 2023 menyerap sebanyak 181.401, di tahun 2024 sebanyak 169.525 orang, dan di tahun 2025 sebanyak 162.382 orang.
Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Emy Nur Aini, mengatakan pemerintah daerah juga terus memperluas akses informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat.
Selain itu, pihaknya mendorong sekolah kejuruan untuk memperkuat kerja sama dengan perusahaan manufaktur maupun sektor jasa agar lulusan dapat lebih cepat terserap ke dunia kerja.
“Pemerintah juga mengoptimalkan program padat karya yang bersumber dari pokok pikiran DPRD Gunungkidul, DPRD DIY, maupun dana keistimewaan untuk menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Menurut Emy, pelatihan UMKM dan berbagai pelatihan keterampilan lainnya akan terus ditingkatkan sebagai langkah memperkuat daya saing tenaga kerja sekaligus menciptakan peluang usaha baru di masyarakat.
Melalui kombinasi peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan investasi, Pemkab Gunungkidul berharap angka pengangguran dapat terus ditekan pada tahun-tahun mendatang.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
