Pemerintahan
Prihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
Wonosari,(pidjar.com)- Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri yang masih terus terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini menjadi keprihatinan dan perhatian serius dari berbagai pihak. Selain terjadi pada kalangan lanjut usia (lansia), belakangan gantung diri jug ditemukan pada kelompok usia produktif, remaja hingga anak-anak.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan kasus gantung diri telah menjadi persoalan sosial yang seolah belum bisa dilepaskan dari masyarakat Gunungkidul. Pasalnya setiap tahun selalu terjadi kasus demikian dengan angka yang tergolong tinggi. Lebih dari 28 kasus terjadi setiap tahunnya di Gunungkidul.
Hingga pertengahan tahun 2026 ini saja, sudah sekitar 15 warga Gunungkidul yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Yang semakin memprihatinkan menurut Endang, pelaku gantung tidak hanya dilakukan oleh lansia seperti pada fenomena-fenomena dulu, akan tetapi mereka yang masuk kategori usia produktif. Bahkan terakhir ini, ada siswa kelas 1 SMP yang nekat mengakhiri hidupnya.
“Ada keprihatinan tersendiri dengan banyaknya kasus gantung diri yang marak terjadi di Gunungkidul. Mari kita semua berpikir bagaimana upaya penanggulangannya agar kasus semacam ini tidak ada lagi,” kata Endang Sri Sumiyartini.
Menurutnya, faktor penyebab tindakan bunuh diri sangat kompleks mulai dari persoalan tekanan psikologis, kondisi ekonomi, tekanan sosial, hingga kurangnya perhatian dan komunikasi dalam lingkungan.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan peka terhadap lingkungan sekitar dengan membangun komunikasi yang baik, saling bertukar pikiran, serta memberikan edukasi maupun pemahaman rohani kepada warga yang membutuhkan.
“Kalau ada di lingkungan kita yang mohon maaf hidup sendiri sedang dalam kesusahan, saya harap lingkungan lebih peka dan perduli. Mengajak ngobrol, mendengarkan keluh kesahnya, mencarikan solusi bersama untuk memecahkan permasalahan yang ada,” kata dia.
Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk lebih intensif memberikan sosialisasi, pembinaan, serta layanan psikologi bagi masyarakat. Penguatan program konseling keluarga, parenting, pembinaan keagamaan dan sosial dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan mental masyarakat.
“Kader PKK, Posyandu, maupun mitra keluarga perlu lebih diaktifkan untuk melakukan pendekatan kepada kelompok-kelompok rentan sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat terdeteksi lebih awal. Jangan lupa edukasi soal religi itu juga sangat penting,” tandas dia.
Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, mengatakan persoalan gantung diri harus ditanggulangi secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, Polres Gunungkidul selama ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kesehatan, tokoh agama, hingga aparat desa dalam upaya pencegahan kasus bunuh diri.
“Jajaran kami mulai dari Bhabinkamtibmas dan lainnya kami minta untuk melakukan pendekatan door to door dan komunikasi kepada warga yang dinilai rentan. Misalnya kunjungan langsung kepada lansia yang hidup sendiri, warga yang mengalami depresi, maupun penderita penyakit menahun dan lainnya,” terang Kapolres.
Polres juga menggandeng tokoh agama untuk melakukan penyuluhan, sambang warga, serta pendekatan spiritual dan sosial guna memperkuat jejaring sosial masyarakat yang mulai terisolasi.
Ia menambahkan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan kepolisian, sejumlah faktor yang kerap melatarbelakangi kasus bunuh diri di antaranya depresi dan gangguan kesehatan mental, penyakit menahun atau sakit kronis, tekanan ekonomi, serta kesepian dan isolasi sosial.
“Dengan fenomena yang terjadi belakangan ini, upaya pencegahan harus diperkuat melalui pendekatan kesehatan, sosial, pendidikan, dan keagamaan secara terpadu agar kasus serupa dapat ditekan,” pungkasnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
