Peristiwa
Goda Pacar Berujung Cek-cok, Pelajar Babak Belur Dianiaya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di era modern seperti sekarang ini, cinta seakan tak mengenal usia. Saat ini, para remaja yang masih berstatus pelajar sudah larut dalam kehidupan percintaan. Meski banyak orang melabeli asmara di masa muda semacam ini sebagai cinta monyet, namun dalam banyak kejadian, cinta monyet justru menjadi pemicu.
Seperti dalam kejadian penganiayaan yang menimpa Yohanes David (16) warga Padukuhan Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo pada Jumat (02/02/2018) malam kemarin di Alun-alun Wonosari. Korban yang masih berstatus pelajar mengalami luka di bagian kepalanya setelah dipukuli oleh Bg, pelajar SMP warga Kecamatan Wonosari dan AS, juga warga Wonosari.
Informasi yang berhasil dihimpun pidjar-com-525357.hostingersite.com, peristiwa penganiayaan tersebut bermula korban yang cemburu dan menuduh Bg telah menggoda kekasihnya mengajak pelaku untuk menyelesaikan masalah. Keduanya lantas bertemu di Alun-alun Wonosari, tepatnya di depan Masjid Al Ikhlas Wonosari pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Tak diduga, upaya perdamaian tersebut justru berujung pada cek cok mulut. Bg yang saat itu datang bersama temannya, AS naik pitam dan lantas melakukan pengeroyokan terhadap David. Tidak hanya menggunakan tangan kosong, para pelaku yang telah terlanjur kalap juga menghantamkan pistol korek yang mereka bawa ke kepala korban. Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian kepalanya. Beruntung para pedagang serta warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi segera melerai pertengkaran tersebut. Oleh warga, korban yang telah bersimbah darah dilarikan ke RSUD Wonosari guna mendapatkan perawatan medis.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady membenarkan peristiwa penganiayaan yang melibatkan pelajar yang terjadi di wilayahnya. Kedua pelaku sendiri bersama korban telah dibawa ke Mapolsek Wonosari usai peristiwa penganiayaan. Tak hanya itu, lantaran masih berstatus di bawah umur, orang tua dari para pelaku maupun korban dipanggil ke Mapolsek.
Berdasarkan proses mediasi yang diinisiasi oleh pihak kepolisian tersebut, kedua orang tua korban maupun pelaku sepakat untuk berdamai. Pihak keluarga David memutuskan untuk tidak menuntut pihak manapun terkait kejadian yang menimpa anaknya.
“Kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai dan dituangkan dalam surat penyataan,” terang Ahmad.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
