Pemerintahan
Pekerja Takut Tertular, Perbaikan Sarana di RSUD Saptosari Terhambat
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–RSUD Saptosari sejak beberapa waktu lalu telah dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. RSUD Saptosari sendiri digunakan sebagai tempat isolasi atau karantina bagi warga Gunungkidul yang rapid testnya dinyatakan positif. Namun demikian, kendala mewarnai pengoperasian rumah sakit plat merah kedua di Gunungkidul ini. Beberapa sarana dianggap belum layak, lantaran adanya sejumlah kerusakan.
Hal tersebut juga diakui oleh Direktur Utama RSUD Saptosari, dr Eko Darmawan. Menurutnya ada sejumlah titik yang memang perlu diperbaiki. Misalnya ada beberapa titik atap yang bocor karena bagian atap rusak dan beberapa kerusakan lainnya. Komunikasi dengan teknisi untuk segera dilakukan perbaikan pun telah dilakukan. Hanya saja menurutnya, hingga saat ini belum bisa terealisasi.
Belum teralisasinya perbaikan dikarenakan para pekerja khawatir akan tertular Covid 19 sejak ada warga yang diisolasi di rumah sakit ini. Terlebih, sebelumnya ada salah seorang warga yang diisolasi di RSUD Saptosari yang dinyatakan benar-benar positif Covid19 dan harus dipindah ke RSUD Wonosari untuk menjalani perawatan.
“Untuk perbaikan belum bisa dilakukan. Karena para pekerja mayoritas takut tertular virus Corona,” terang Eko Darmawan, Selasa (05/05/2020).
Ia sendiri mengaku tidak tahu kapan RSUD Saptosari benar-benar disiapkan. Sebab hal tersebut menunggu keberanian para teknisi untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak. Sehingga saat ini, tim medis yang bertugas sementara ini harus memanfaatkan sarana prasarana seadanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, semenjak RSUD ini ditunjuk sebagai rumah sakit untuk karantina awalnya ada 21 orang yang dikarantina. Kemudian berkurang karena adanya satu pasien yang harus dipindahkan lantaran positif covid 19. Dan beberapa lainnya telab diperbolehkan pulang karena hasil swab yang dinyatakan negatif.
“Sekarang masih ada 15 warga yang diisolasi di sini. Mereka adalah yang rapid testnya menunjukkan status positif dan hasil swabnya belum keluar,” tambahnya.
Data tersebut bisa sewaktu-waktu berubah. Tergantung dengan ada tidaknya penambahan pasien reaktif ataupun mereka yang kemudian dinyatakan positif pada hasil swabnya. RSUD Saptosari, sebenarnya diproyeksikan mampu menampung maksimal 60 tempat tidur.
Namun saat, kapasitas sendiri ini belum bisa dipenuhi mengingat bangunan yang digunakan belum selesai dikerjakan, terutama dalam hal perbaikan sarana prasarana. Sehingga satu ruangan kemudian dihuni oleh beberapa orang pasien.
Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengklaim ketersediaan kamar di wilayah ini untuk menangani kasus Covid19. Di RSUD Wonosari ada 17 kamar isolasi yang bisa dimanfaatkan untuk menangani pasien Covid19. Dan di RS Panti Rahayu ada 5 kamar isolasi yang sudah digunakan selama ini.
“Persoalan kebutuhan kamar sebenarnya sebagian sudah teratasi,” kata Immawan.
Immawan mengungkapkan untuk RSUD Wonosari sebenarnya sudah disiapkan 15 kamar isolasi dewasa dan 2 kamar isolasi anak-anak. Sementara untuk RSUD Saptosari, sebenarnya jika tidak ada yang meminta 1 orang dalam 1 kamar, sebenarnya sudah bisa 30 kamar yang dioperasionalkan.
Sebenarnya, menurut Immawan, tidak ada aturan yang menyebutkan 1 orang pasien harus dalam 1 kamar. Di negara-negara maju bahkan hanya menggunakan aula besar yang lantas diberi bed dan kemudian diatur jaraknya dengan alasan social distancing.
“Coba googling bagaimana di China dan negara-negara eropa menangani kasus Covid19,” tambahnya.
Berkaitan dengan penyediaan tempat isolasi, pemerintah sendiri juga tengah merencanakan gedung PDHI yang berada di Siyono Wetan, Desa Logandeng, Kecamatan Playen akan digunakan untuk isolasi pasien reakitf.
Proses pengecekan lokasi telah dilakukan, negosiasi dengan masyarakat pun juga telah digelar. Namun demikian hingga sekarang ini belum diketahui secara pasti apakah rencana tersebut akan terealisasi atau tidak.
“Memang ada penolakan dari warga setempat,” papar Immawan.
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
