Pemerintahan
Bulan Depan Pemerintah Uji Coba Pembelian Pupuk Wajib Gunakan Kartu Tani
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bulan September mendatang akan mulai melakukan uji coba program pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Dalam tahap uji coba ini dilakukan di 18 kapanewon. Hanya saja wilayah penerapan disesuaikan dengan kesiapan para petani maupun pemilik kios.
Kepala Bidang Tanaman pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, mulai Sebtember merupakan tahapan uji coba penjualan pupuk melalui kelompok tani dengan menggunakan kartu tani. Penerapan kebijakan ini akan dilakukan secara resmi pada awal tahun 2021 mendatang.
Tahapan uji coba yang dilakukan dimaksudkan untuk mengecek bagaimana persiapan dan kesiapan di tingkat bawah. Apakah program tersebut efisien dan ada tidaknya perubahan skema yang diterapkan.
Di Gunungkidul sendiri terdapat 144.130 kartu tani yang dicetak. Dari jumlah tersebut telah didistribusikan 136.795 kartu tani, dalam rahap uji coba yang diterapkan ada 30 wilayah. Menurutnya persiapan sendiri telah dilakukan oleh pemerintah menggandeng pemerintah provinsi, pemilik kios dan para petani.
“Ada beragam keuntungan dalam penerapan kebijakan pemerintah pusat itu. Mulai dari membiasakan petani untuk menabung sampai dengan mengetahui sebaran dan jumlah pendistribusian pupuk di wilayah tertentu,” kata Raharjo Yuwono.
Menurutnya, kios-kios ini hanya dapat melayani pembelian pupuk bagi petani yang memiliki kartu tani. Sementara untuk petani yang tidak memiliki kartu nantinya tetap dilayani melalui kelompok tani. Disinggung mengenai antisipasi permainan penumpukan pupuk, menurut dia selama ini ditingkat pengecer tidak ada permainan.
“Kalau ada stok di pengecer itu memang kewajiban. Jadi pengecer memiliki kewajiban stok hntuk 1 minggu ke depan, sementara distributor stoknya untuk 2 minggu ini antisipasi adanya keterlambatan,” tambah dia.
“Semua sudah terukur di dalam e RDKK mengenai siapa dan bagaimana mekanismenya,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pabgan Gunungkidul, Bambang Wisnu mengatakan saat ini berkaitan dengan mesin EDC untuk pelayanan pembelian pupuk saat ini sedang ditarik oleh pihak bank. Pasalnya saat awal peluncuran program ini kemudian tidak diimbangi dengan diterapkannya di lapangan. Sehingga mesin ini diyarik lagi oleh bank.
“Ya memang mesin EDC ini masih berada dipihak bank,” ucap dia.
Kendati begitu, dari dinas pertanian dan pangan Gunungkidul sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pihak bank untuk mesin EDC itu disalurkan ke kios-kios. Pemberian arahan dan pelatihan penggunaan juga perlu dilakukan untuk meminimalisir adanya kesalahan.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
