Pemerintahan
Kasus Leptospirosis di Gunungkidul Alami Penurunan Drastis
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Kabupaten Gunungkidul diminta untuk mewaspadai penyakit yang seringkali muncul saat musim penghujan. Salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan sering muncul saat musim penghujan adalah leptospirosis. Untuk itu pemerintah menghimbau agar masyarakat lebih menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengungkapkan, Leptospirosis merupakan sebuah penyakit, dimana bakteri yang biasanya ditularkan melalui tikus dapat mudah tertular pada seseorang jika terdapat luka terbuka dan tidak sengaja menyentuhnya. Jika tidak segera tertangani tentu dapat berakibat fatal.
Bakteri dapat berkembang di luka terbuka itu dan dapat merenggut nyawa korbannya. Musim penghujan seperti sekarang ini patutlah masyarakat mewaspadai persebaran penyakit ini. Terlebih bagi mereka yang banyak beraktifitas di areal persawahan. Bakteri ini berkembang saat matahari belum terik.
“Ya patut diwaspadai. Untuk itu penerapan hidup sehat sangatlah diperlukan. Cuci kaki dan tangan, jika ada luka sebaiknya segera diobati, dan menggunakan alas kaki saat beraktifitas,” ucap Sumitro, Rabu (18/11/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan selama 8 tahun terakhir kasus leptospirosis di Kabupaten Gunungkidul terus ditemukan. Tahun 2013 ada 1 kasus, 2014 terdapat 5 kasus, 2015 ada 2 kasus, 2016 ada 4 kasus.

Puncaknya terjadi pada tahun 2017 lalu, dimana ada 54 kasus leptospirosis dan menyebabkan beberapa orang meninggal dunia. Pasca ledakan kasus tersebut kemudian berangsur menurun sampai dengan tahun ini.
“Tahun 2018 ada 16 kasus, kemudian 9 kasus di tahun 2019, dan 6 kasus di tahun 2020,” jelas dia.
Leptospirosis seringkali mengancam para pekerja khususnya mereka yang bekerja di pertanian. Pasalnya resiko penularan penyakit ini sangat tinggi saat berada di areal sawah basah, mengingat juga banyak hewan seperti tikus yang ada di sawah.
“Harus ekstra hati-hati saat beraktivitas di musim seperti sekarang ini. Disarankan menggunakan pelindung diri,” kata Sumitro.
Adapun beberapa waktu lalu pihak dinas kesehatan dan sejumlah tim yang terlibat melakukan penelitian dengan mengambil sampel-sampel tertentu. Hasil dari penelitian tersebut banyak hewan yang ada di sekitar manusia ditemukan positif lepto, diantaranya sapi dan kambing.
“Kalau tikus masih menjadi faktor utama. Temuan pada hewan ternak ini lah yang patut menjadi perhatian baik pemerintah maupun masyarakat umum,” imbuhnya.
Berkaca pada kejadian beberapa tahun silam, dimana korban leptospirosis cukup banyak pemerintah meminta petani dan peternak untuk menerapkan pola hidup sehat dan menggunakan pelindung diri yang memadai.
Langkah ini merupakan upaya untuk mencegah terkena bakteri leptospirosis dan menurunkan jumlah kejadian penularan.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
