fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sebar Tapping Box ke Restoran, Pemkab Raup 4,5 Miliar Dari Pajak

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Meskipun sejak beberapa bulan terakhir ini dilaksanakan kebijakan PPKM level 3, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul mampu melampaui target penerimaan pajak hotel dan restoran. Baru awal Oktober ini, BKAD telah berhasil meraup pendapatan hingga hampir 4,5 miliar rupiah dari pajak hotel dan restoran. Sebaran tapping box ke sejumlah rumah makan dan restoran di Gunungkidul menjadi kunci sukses raihan ini.

Subbidang Pendaftaran dan Pendataan Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah, BKAD Gunungkidul, Endang Riyadi mengatakan, ke depan, penerimaan dari sektor ini akan terus digenjot. Pasalnya, saat ini, masih belum semua restoran maupun rumah makan dipasang tapping box. Menurut Endang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebenarnya menargetkan pemasangan paling tidak 100 taping box untuk restoran di Gunungkidul. Namun karena kondisi PPKM, target tersebut urung dipenuhi. Pada tahun ini, baru ada 50 restoran yang sudah melakukan pemasangan tapping box.

“Terbukti dengan dipasangnya alat ini, ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari sektor ini yang cukup signifikan. Biasanya kami hanya mengandalkan pajak dari pengusaha catering yang menyuplai konsumsi untuk acara kantor. Tapi ini dengan dipasangnya tapping box, restoran sudah mulai meningkatkan penerimaan pajak,” kata Endang, Senin (04/10/2021).

Endang menambahkan, meski baru awal Oktober 2021, target pajak dari sektor restoran sudah terpenuhi. Pihaknya akan terus menggenjot pendapatan pada sisa tahun 2021 ini.

“Kami tetap berupaya agar selalu ada progress mengenai program ini,” terang Endang.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Penagihan, Pelayanan dan Pengendalian BKAD Gunungkidul, Supriyatin memaparkan, adapun target PAD dari sektor restoran senilai Rp. 3.548.083.500,-. Dari jumlah tersebut, BKAD mampu menghimpun Rp. 4.450.895.891,-.

“Artinya realisasinya sudah 125%, tapping box ini memang memberikan dampak yang cukup positif,” jelas Supriyatin.

Sementara itu, di sektor lainnya, yakni hotel, pihaknya mampu menghimpun Rp. 844.730.954,- dari total target Rp. 1.160.000.000,-. Artinya, hingga Oktober ini sudah terkumpul 72% dari target. Pihaknya optimis dengan sisa waktu yang ada, target akan bisa terpenuhi.

“Namun ada perubahan angka yang masuk dalam APBDP, saat ini masih dievaluasi gubernur, belum disahkan,” beber dia.

Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, pada penghujung masa PPKM level tiga ini, sudah ada setitik harapan dari pemilik usaha hotel dan restoran. Ia mengaku sudah ada peningkatan kunjungan yang diterima oleh anggotanya.

“Namun juga belum signifikan karena belum dibukanya destinasi wisata di Gunungkidul khususnya pantai, Goa Pindul dan Goa Kalisuci. Padahal ketiga jenis destinasi wisata inilah yg menjadi daya tarik dan daya sedot kunjungan wisatawan,” urai Sunyoto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler