Sosial
Sempat Viral di Media Sosial Karena Makan Tiwul, Begini Kondisi Sebenarnya Mbah Kariyo
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Adalah Karyo Sentono alias Painah (91), warga Padukuhan Mboyo (01/01), Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari memilih untuk tidak makan nasi. Sejak ia belum serenta ini, janda yang sejak puluhan tahun lalu hidup sendiri ini mengaku mual jika memakan makanan pokok seperti kebanyakan orang.
Senin (22/03/2021), pidjar-com-525357.hostingersite.com mengunjungi kediamannya yang berada pada perbukitan sisi utara Kabupaten Gunungkidul. Ia duduk di sebuah dipan di dalam rumah. Dimana di depannya terdapat sebuah tambir yang berisi tiwul, umbi-umbian dan sedikit lauk.
Ia memang tinggal di rumah yang cukup sederhana. Rumah yang terbuat dari kayu. Namun ia memang enggan untuk meninggalkan rumahnya dan memilih untuk tinggal sendiri.
“Kulo mboten gelem pindah,” ucap Karyo singkat.
Badannya bergetar manakalan bertemu dengan banyak orang. Ya belakangan ini, ia memang banyak dikunjungi warga baik dari maupun luar Ngalang. Mereka datang memberi bantuan pasca ia viral di media sosial setelah akun instagram indozone dan rumahyatim mengupload fotonya saat menjemur tiwul dengan sebuah caption yang tidak sesuai kebenarannya.

“Ya seperti itu kondisi simbah, memang tidak mau makan tiwul. Memang suka menjemur tiwul, saya kaget kok tiba-tiba heboh di media sosial kalau Mbah Kariyo diberitakan hidupnya memilukan karena memakan jemuran tiwul basi,” ucap keponakan yang sehari-hari merawat Karyo, Bardiyanto (61).
Diketahui, Karyo sendiri sebetulnya memang orang berada. Kebon yang ia tinggali memiliki luas sektar 500 meter persegi. Dengan pohon sengon yang telah menjulang tinggi.
Bardiyanto yang sehari-hari mengurus Karyo pun juga hidup berkecukupan. Hasil pertaniannya pun melimpah. Ia memiliki ratusan karung gabah dari hasil panen tahun 2021 ini.
“Bahkan gabah saya ada puluhan karung yang sudah berusia tiga tahun, mau saya jual tidak laku karena terlalu lawas,” ujar bapak tiga orang anak itu.
Ia merasa kaget, ketika tetangga datang dan memperluhatkan foto Karyo di sebuah akun instagram. Ia ingat betul, keterangan gambarnya cukup menyudutkan ia sebagai orang yang setiap hariannya mengurus Karyo.
“Jadi keterangannya gambar itu saya ingat, nenek makan nasi singkong tiwul sisa, dengan fotonya saat menjemur tiwul. Saya memamg gak ngeh siapa yang datang dan foto,” kata Bardiyanto.
Padahal, lanjut Bardiyanto, bantuan pemerintah pun juga terus berdatangan. Ia menyebut bantuan Pendampingan Keluarga Harapan untuk lansia.
“Dapat setiap tiga bulan sekali Rp 600 ribu, ya saya gunakan untuk simbah,” ungkap dia.
Sementara itu, istrinya, Jamilah (50) yang setiap harinya memasak makanan untuk Karyo mengatakan, setiap pagi siang dan sore hari. Namun, tak sekali dua kali Karyo menolak. Hal itu lantaran Karyo seringkali memanasi dan memakan kembali makanan sisa yang dikirim Jamilah di hari sebelumnya.
“Satu termos air panas, ubi atau tiwul dan lauk seperti telur ayam dan daging selalu kami kirimkan. Kadang ditolak karena sisa pangannya masih, simbah ini juga kami kasih uang bantuan dan masih bisa menggunakannya untuk belanja di warung,” tutur Jamilah.
Ia berharap, derasnya arus media sosial belakangan ini diimbangi dengan kroscek sumber yang relevan. Ia mengaku, tak sekali dua kali simbah ini bercetita jika takut karena banyaknya orang yang datang.
“Sejak viral di media sosial, banyak yang datang mau ngasih bantuan tapi simbah ini takut, saya juga khawatir kalau malah jadi sakit. Rasa takutnya bisa dilihat dari getaran pada tubuhnya, seperti ngewel,” tandas dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
